Dua kalimat syahadat bukan sekadar ucapan, tetapi mengandung konsekuensi besar dalam kehidupan seorang Muslim. Salah satu konsekuensi utama dari syahadat adalah mengikuti metode Rasulullah ﷺ dalam berdakwah, sebagaimana yang telah dicontohkan dalam sirah Nabawiyah dan dijelaskan oleh berbagai ulama, termasuk dalam pemikiran jamaah dakwah seperti Hizbut Tahrir.
Metode Dakwah Rasulullah ﷺ
Hizbut Tahrir menjelaskan bahwa dakwah Rasulullah ﷺ dalam membangun masyarakat Islam terstruktur dalam tiga tahapan utama:
1. Tahap Pembinaan dan Pembentukan (Marhalah At-Tatsqif)
Tahapan ini dilakukan untuk membangun kesadaran individu dengan Islam, menanamkan pemahaman yang benar tentang aqidah dan syariat, serta membentuk kelompok dakwah yang solid.
- Rasulullah ﷺ memulai dakwahnya dengan membina para sahabat di Darul Arqam.
- Fokus utama: Menanamkan pemahaman tauhid, keimanan kepada hari akhir, dan ketaatan total kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Hizbut Tahrir juga menggunakan metode ini dengan membentuk halaqah-halaqah untuk membina kader-kader dakwah dengan pemahaman Islam yang menyeluruh.
2. Tahap Interaksi dan Perjuangan Politik (Marhalah At-Tafa’ul ma’al Ummah)
Setelah terbentuk kelompok dakwah yang kokoh, maka dakwah dibuka secara terang-terangan untuk menyeru masyarakat kepada Islam dan menghadapi sistem kufur yang ada.
- Rasulullah ﷺ mulai mendakwahkan Islam secara terbuka di Makkah, menghadapi perlawanan Quraisy, dan menyampaikan seruan Islam kepada para pemimpin dan masyarakat umum.
- Pada tahap ini, Hizbut Tahrir juga mencontoh Rasulullah ﷺ dengan menyeru umat dan penguasa agar menerapkan syariat Islam secara kaffah, serta menolak sistem kufur seperti demokrasi, sekularisme, dan kapitalisme.
- Dakwah bersifat politis, bukan kekerasan: Rasulullah ﷺ dan para sahabat menghadapi penyiksaan dan boikot, tetapi mereka tetap bersabar tanpa melakukan pemberontakan fisik.
3. Tahap Penerapan Islam Secara Kaffah (Iqamatu ad-Dawlah al-Islamiyyah)
Tahap ini adalah puncak dari dakwah, yaitu ketika Islam diterapkan secara menyeluruh dalam kehidupan masyarakat melalui tegaknya Daulah Islam.
- Rasulullah ﷺ mencari pertolongan (thalabun nushrah) dari para pemimpin kabilah yang memiliki kekuatan, hingga akhirnya mendapatkan dukungan dari suku Aus dan Khazraj di Madinah.
- Setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah ﷺ mendirikan negara Islam pertama, menerapkan syariat secara menyeluruh, dan membangun masyarakat berdasarkan Islam.
- Hizbut Tahrir juga berpegang pada metode ini dengan menyeru kaum Muslimin, termasuk militer dan pemimpin, untuk memberikan dukungan agar syariat Islam tegak dalam bentuk Khilafah Islamiyah.
Kesimpulan
Metode dakwah Rasulullah ﷺ adalah metode yang wajib diikuti oleh setiap Muslim sebagai konsekuensi dari syahadat. Hizbut Tahrir menjelaskan metode ini secara sistematis dalam tiga tahap:
- Pembinaan individu (membentuk kesadaran Islam).
- Interaksi dengan umat (menyeru kepada Islam dan menentang sistem kufur).
- Penerapan Islam secara kaffah (dengan tegaknya Daulah Islam).
Dakwah ini harus dilakukan tanpa kekerasan, tetapi tetap tegas dalam menyeru kepada penerapan syariat secara menyeluruh dalam kehidupan.
Wallahu a'lam bish-shawab.

