Berikut adalah beberapa orang Pemimpin Demokrasi Sekuler yang dari
Para Penganut Majlis Salafiyun Sempalan, seperti Abdullatta Al-Kangeani, Udin Shalih Alsambasi Alsambasi, dan lain-lain, MEMAKSA kaum Muslimin untuk meng-angkat statusnya menjadi "ULIL-AMRI MIN (H)UM".
Firqoh mereka ini begitu teramat ngotot sekali menginginkan agar para Pemimpin Nasionalis Demokrasi Sekuler mereka tersebut di Posisikan SAMA seperti KHOLIFAH 'Utsman ibn 'Affan atau 'Ali ibn Abi Tholib -rodhiallohu 'anhuma-.
Tujuan dari apa yang ingin dicapai oleh Firqoh berwatak Penjilat ini adalah agar supaya mereka bisa menyematkan Laqob KHOWARIJ kepada siapa saja yang melawan dan tidak Ta'at kepada Pemimpin Sekuler mereka itu, lantas kemudian mereka halalkan untuk menumpahkan darah kaum Muslimin yang tidak berkeyaqinan sebagaimana mereka itu, dengan ber-alasan bahwa status hukum orang yang melawan pemimpin Sekuler mereka itu Sama seperti kaum yang dulu memerangi KHOLIFAH 'Utsman atau 'Ali -rodhiallohu 'anhuma-.
Entahlah... Seberat dan sebasar apa Kerusakan yang telah menggerogoti Sel-sel Sarap dan Otak yang ada pada diri penghuni Firqoh ini hingga mereka bisa berpemahaman dan berkeyaqinan Muhdats seperti ini.... Hanya Alloh 'Azza wa Jalla saja lah yang Maha Mengetahuinya.
Imam Asy-Syaukaniy rohimahulloh berkata :
وأولي الأمر هم : الأئمة ، والسلاطين ، والقضاة ، وكل من كانت له ولاية شرعية لا ولاية طاغوتية
“Ulil-Amri adalah para Imam, Penguasa, Hakim dan semua orang yang memiliki KEKUASAAN YANG SYAR'IY, BUKAN KEKUASAAN THOGHUTIYYAH". (Fathul Qodir, Asy-Syaukani, 1/556).
Juga ketika menjelaskan hadits :
«إِنْ أُمِّرَ عَلَيْكُمْ عَبْدٌ مُجَدَّعٌ – حَسِبْتُهَا قَالَتْ – أَسْوَدُ، يَقُودُكُمْ بِكِتَابِ اللهِ تَعَالَى، فَاسْمَعُوا لَهُ وَأَطِيعُوا»
“Sekalipun kalian dipimpin oleh seorang hamba (budak) yang terpotong (hidung, telinga dan pinggir bibirnya) -namun saya (Yahya bin Hushain) mengira dia (Ummul Hushain) berkata : (budak) hitam- tetapi dia MEMIMPIN DENGAN KITABULLOH, maka dengarkan dan ta'atilah dia.” (HR. Muslim).
Imam an Nawawi rohimahulloh berkata :
قَالَ الْعُلَمَاءُ مَعْنَاهُ مَا دَامُوا مُتَمَسِّكِينَ بِالْإِسْلَامِ وَالدُّعَاءِ إِلَى كِتَابِ اللَّهِ تَعَالَى عَلَى أَيِّ حَالٍ كَانُوا فِي أَنْفُسِهِمْ وَأَدْيَانِهِمْ وَأَخْلَاقِهِمْ وَلَا يُشَقُّ عَلَيْهِمُ الْعَصَا بَلْ إِذَا ظَهَرَتْ مِنْهُمُ الْمُنْكَرَاتُ وُعِظُوا وَذُكِّرُوا
“Para ‘ulama mengatakan bahwa maksudnya adalah selama PEMIMPIN TSB BERPEGANG TEGUH KEPADA ISLAM dan menyeru kepada kitabulloh Ta’ala, bagaimanapun kondisi (fisik mereka), keberagamaan mereka, dan perangai mereka, janganlah mereka (umat Islam) memberontak, akan tetapi jika nampak kemungkaran dari mereka (pemimpin), mereka dinasehati dan diingatkan” (Syarh Shohih Muslim, 9/47).
Disebutkan oleh Imam Al-Mawardi rohimahulloh :
“Kepemimpinan adalah pengganti tugas kenabian dalam MENJAGA AGAMA dan mengatur urusan dunia".(Al-Ahkamus Sulthoniyah, 1/3)
Demikian pula dikatakan oleh Al-Baidhowiy rohimahulloh :
“Kepemimpinan adalah sebagai proses seseorang (di antara umat Islam ) dalam menggantikan (tugas) Rosululloh untuk MENEGAKKAN PILAR-PILAR SYARI'AT dan MENJAGA EKSISTENSI AGAMA, di mana ada kewajiban bagi seluruh umat Islam untuk mengikutinya.”
(Al-Baidhowiy, Hasyiyah Syarh Al-Matholi’ , hal. 228, dinukil dari Al-Wajiz fi Fiqh Al-Khilafah karya Sholah Ash-Showiy, hal. 5)
Senada dengan hal itu, Ibnu Kholdun rohimahulloh menjelaskan bahwa :
“Imamah (kepemimpinan) merupakan pengganti (tugas) pemegang (otoritas) Syari'at dalam MELINDUNGI AGAMA dan mengatur urusan keduniawian". (Al-Muqoddimah, hal. 195)
_Wallohu Ta'ala A'lam_
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim no. 1893)
Barangsiapa yang mengajak pada petunjuk, maka ia akan mendapat pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 2674)
“…Jika ia berkeinginan melakukan kebaikan kemudian ia melakukannya, Allah mencatat untuknya 10 hingga 700 kali lipat kebaikan sampai tak terhingga…” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)
Raih pahala mengalir dengan cara membagikannya. Tidak Perlu Ketik Ulang, Kirimkan ke WA info ini, klik logo share1 untuk WA, untuk telegram share2:
