WAHAI PARA DAI KALIAN HARUS MEMULAI DARI AQIDAH UMAT DULU UNTUK PERBAIKAN UMAT INI BEGITULAH RASUL DAN PARASAHABAT DAN SETUSNYA YANG LURUS
Pembenahan umat ini harus di awali dari pembenahan aqidah dulu. Karena rusaknya umat dengan ritual syirik dan bid,ah dan yg menyerempet kekufuran karena lemahnya aqiqah tauhid ini.
Jangankan hal yg lain rukun islam yang pertama saja banyak yang tidak papaham. Bagaimana bisa beramal soleh apalagi menjauhi bidah.
Kenapa di negeri mayoritas muslim ini banyak muslim yang melakukan pembuatan bid,ah, di pahamkan tetap saja kukuh (mereukedewweng hirupnya) seolah olah sudah benar padahal rukun islam saja pada belum paham? Itu karena gagal pahaman tetkait rukun islam yang pertama. Makanya wajar banyak kesalahan. Sana sini dalam beramal kemuslimannya.
Maka dakwah tauhid harga mati!!! Namun jika sudah dakwah tahuid namun masih saja tidak ada muaranya sebagaiman baginda rasul dan para sahabatnya, maka itu ada yang salah manhaj dakwah nya. Maka repress ulah dakwahnya biar ngepres ke awalnya.
Maka dari itu setelah menyeru tauhid ada tugas pokoko lainnya yakni bagaimana menjelasakn kewajiban dari tuntutan tauhid yaitu hidup adalah merupakan perjalanan Untuk merealisasikan tujuan tauhid secara mendasar untuk dan menelurih hingga sempurna adanya
Tauhid harus dipahami bukan hanya sebagai aqidah ruhiyyah, namun juga sebagai aqidah syiasiyah, aqidah harus menjadi qiyadah fiqriyah (kepemimpinan dalam berpikir) dan qoidah fikriyah (landasan berpikir) muslim hidup di dunia. Karena jika umat tidak dipahamkan aqidah seperti itu maka umat akan sulit menjadikan islam sebagai mabda (landasan) hidupnya, dan Islam sebagai solsusi total permasalahan hidup manusia.
JADI INTI DAKWAH ISLAM ADALAH MENYERU KEPADA TAUHID YANG MURNI. INILAH DAKWAH NABI DAN RASUL SEPANJANG JAMAN. DAN INILAH SOLUSI DAN REVOLUSI PERBAIKAN UMAT YANG MENDASAR
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya.”
(HR. Muslim no. 1893)
Barangsiapa yang mengajak pada petunjuk, maka ia akan mendapat pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 2674)
“…Jika ia berkeinginan melakukan kebaikan kemudian ia melakukannya, Allah mencatat untuknya 10 hingga 700 kali lipat kebaikan sampai tak terhingga…” (HR. Muttafaqun ‘Alaih)
Raih pahala mengalir dengan cara membagikannya. Tidak Perlu Ketik Ulang, Kirimkan ke WA info ini, klik logo share1 untuk WA, untuk telegram share2:
~2.jpg)