MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Jumat, 17 September 2021

Saat Kita Menjadi Ali Bin Abi Thalib

Perubahan terbesar sepanjang sejarah! itulah komentar Michael Hart, penulis buku populer "seratus tokoh Terbesar bdalam sejarah". terhadap perubahan yang terjadi di Dunia seputar abad VII M.

Mengapa? Pada tahun 632 M, sekolompok orang terusir dari negeruinya menuju negeri tetangga, setelah mengalami penindasan yang luar biasa di daerah asalnya. Tapi tak berapa lama kemudian  mereka mendaparat dukungan penuh dari suku-suku disekitarnya dan membuat para penindasnya menyerah secara damai. Mereka malah telah menciptakan negara baru. Seratus tahun kemudian, putra-putra mereka telah memerintah tiga benua.




Itulah saat munculnya Islam. Mengapa bisa demikian? Saat itu umat Islam terdiri dari orang-orang yang luar biasa dalam perjuangan dan pengorbannanya. Mari kita lihat. Abdurahman bin auf, seorang sodagar kaya, rela meninggalkan seluruh kekayaannya di Mekah untuk bisa ikut hijrah bersama Rasul SAW ke madinah. Bilal bin Rabbah, seorang budak, rela menerima cambukan dari tuannya dan diseret kuda ketengah gurun pasir terik matahri untuk tetap beriman. Ustman bin affan, seorang konglomerat sukses, rela menyedekahkan hartanya yang terangkut ooleh seribu unta kepada penduduk Madinah secara cuma-cuma. Ali bian Ali Thalib sepupu Baginda Rasul saw, rela menggatikan tidur rasulullah saw di rumahnya saat Rasulullah saw diancam bunuh oleh orang-orang Quraisy. Kaum Anshar rela menolong Rasul saw dan kaum Muhajirin dengan harta dan nyawa mereka, tapi saat umat Islam memenangkan peperangan, kaum Anshar rela tidak  tidak mendapatkan harta rampasan perang, rampasa perang justru banyak diberikan kepada orang-orang baru saja masuk Islam, setelah sebelumnya m,ereka dengan ganas memusuhi Islam.

Kenapa mereka bisa memiliki kepribadian yang sangat tangguh seperti itu? Iu karena mereka sangat memahami betul hakikat hidup ini. Mereka paham bahwa mereka dalah milik Allah swt, dan keberadaan mereka di dunia ini aldalah untuk mengabdi kepada Allah SWT serta berjuang untuk m,enegaakan agama Allah (dunullah), Islam! Kenapa mereka bisa faham seperti itu? Bukankah mereka hidup di jman jahiliyyah? di komunitas yang jauh dari peradaban?Ya semula mereka tidak di toleh oleh Ramawi maupun persia, pendekar peradaban manusia kala itu. Namun baru beberapa dekade kemunculan  umat yang baru  dengan peradaban baru itu mampu  bersaing dan mengalahkan peradaban dua negara adi daya tersebut. lalu apa rahasianya? Rahasianya adalah karena mereka menjawab seruan-seruan dari firman AllaH swt, suara-suara pemikiran dzat Yang Maha Mengetahui, sehingga akan fikiran mereka bangkit dan hidup. lalu dengan kebangkitan itu, mereka meraih martabat kehidupan yang tinggi. keimanan mereka yang didasari akan kesadaran  akan realitas batilnya patung-patung dan berhala sesembahan mereka (konon di ka;bah ada 300 patung berhala) dan benarnya Allah swt Al Khaliq Rabbul 'alamiin, Dzat yang menciptkan mereka, kehidupan, dan sekuruh alam  jagat raya ini. Keimanan seperti itulah yang telah  memberikan energi spiritula (al Quwwah arruhuiyyah) pada generasi binaan nabi SAW ini. Mereka menjadi generasi yang pribadi-pribadi mereka bercahaya, hati mereka bercahaya,  dan akan pikiran mereka pun bercahaya. Mereka telah mendapatkan cahaya spiritual dan kalimat-kalimat Al Quran maupun Assunnah Rasul SAW. Mereka lalau ungg merekalah orangul dalam seluruh lini kehidupan. pantaslah mereka itu unggul, sebab sebab merekalah orang-orang yang menyaadari hidup ini adalah: aqidah dan perjuangan! (Innal hayyah aqiidah wal jihaad).

Perjuagan dan pengorbanan. Itulah kehidupan umat Islam awal. Dan karena itulah umat Islam menjadi umat paling tanguh di Dunia. Kita semuanya barangkali sepakat dengan semua itu. Kita barangkali kagum pada mereka itu. Kita semua selalu memuji-muji sahabat nabi. Kita juga mengucapakan selamat kepada mereka semua. namun sayangnya kita hanya memandang mereka dari jarak jauh, tanpa pernah bisa mentrasfer seluruh semangat dan kekuatan mereka. Kita atetap larut dalam keasyikan kita pada  berbagai keterlenaan dan keteledoran kita. Kita tetap hanyut dalam suasana yang sangat jauh dari perjuangan. Kiata salut kepada para sahabat sebagai energi bgi dunia, sembari kita kita tetap sebagai benalu bagi dunia. Sementara di ssatu sisi, dalam keterlenaan itu, kita berharap Islam bangkit. Realisttiskah?

Penting kita bertanya-tanya bisakah kita seperti mereka?Bisakah kita mewarisi semangat juang generasi teladan? semuanya bergantung kepada seberapa kuat iman kita dan upaya meneladani mereka semua untuk di wujudkan dalam kehidupan nyata saat ini oleh kita sebagi muslim. inilah pentingnya dalam hal ini. sya ingin mengajak kita untuk tidak hanyanmengamati kehidupan perjuangan, setelah itu kita kagum tetpi sekaligus kita meninggalkannya. Tidak disini kami mengajak kita semua untuk mengamati kehidupan perjuangan dari dekat, memotretnya dengan seksama, bahkan mengaqjak kita menjadiu pelakunya. Kita mengajak untuk menjadi Ali bin Ali Thalib dan bilal bin rabbah saat haus memilih kehidupan mereka beriktnya. disini kami  ingin menghadirkan seluruh alasan dan suasana yang dirasakan orang-orang yang meniatkan hidupnya untuk perjuangan kebangkitan Islam. Disini kami juga menyadarkan dan mengajak untuk bahagia dengan pilihan kita., seperti bahaghianya para shabat dengan pilihannya. Kami juga ingin menyadarkan bahwa kemenangan pasti akan datang dan janjinRasulullah saw, bahwa Kota Roma akan di bebaaskan juga akan segera terreealisai daalam waktu dekat

" .... Kotanya Heraclius (konstaninopel) akan dibeabskan terlebih dahulu." (Sabda rasulullah SAW)


Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label