MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Kamis, 02 Juli 2020

Mengikrarkan Syahadatain Dengan Benar Kunci Masuk Surga



Mati dalam kondisi Mengucap LailaHa Illallaah amalan berpahala dan kutamaan yang besar.

عَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- مَنْ كَانَ آخِرُ كَلاَمِهِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ دَخَلَ الْجَنَّةَ

Dari Mu'adz bin Jabal, Rasulullah bersabda:

 "Barangsiapa yang akhir perkataannya (sebelum meninggal dunia) 'LAA ILAAHA ILLALLAAH" maka ia akan masuk surga". (HR Ahmad 22034, Abu Daud 2709, Hadis Sahih).

Mengucapkan dua kalimat syahadat tidak asal ucap

Iblis tahu dua kalimat syahadat, orang musyrik dan munafik juga tahu dua kalimat syahadat, tapi kenapa kafir, musyrik dan munafikin ketiga tiganya akan di tempatkan Allah dalam api neraka? Karena mereka seperti apa yang disebutkan dalam alqur'an:

Quran Surat Yunus Ayat 18

 وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ 

Arab-Latin: Wa ya'budụna min dụnillāhi mā lā yaḍurruhum wa lā yanfa'uhum wa yaqụlụna hā`ulā`i syufa'ā`unā 'indallāh, qul a tunabbi`ụnallāha bimā lā ya'lamu fis-samāwāti wa lā fil-arḍ, sub-ḥānahụ wa ta'ālā 'ammā yusyrikụn 

Terjemah Arti: Dan mereka menyembah selain daripada Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudharatan kepada mereka dan tidak (pula) kemanfaatan, dan mereka berkata: "Mereka itu adalah pemberi syafa'at kepada kami di sisi Allah". Katakanlah: "Apakah kamu mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahui-Nya baik di langit dan tidak (pula) dibumi?" Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka mempersekutukan (itu).

Quran Surat An-Nisa Ayat 48

 إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَن يُشْرَكَ بِهِۦ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَن يَشَآءُ ۚ وَمَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدِ ٱفْتَرَىٰٓ إِثْمًا عَظِيمًا 

Arab-Latin: Innallāha lā yagfiru ay yusyraka bihī wa yagfiru mā dụna żālika limay yasyā`, wa may yusyrik billāhi fa qadiftarā iṡman 'aẓīmā 

Terjemah Arti: Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan Allah, maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.

Quran Surat Al-Ma’idah

إِنَّهُۥ مَن يُشْرِكْ بِٱللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِ ٱلْجَنَّةَ وَمَأْوَىٰهُ ٱلنَّارُ ۖ وَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ

Arab-Latin: innahụ may yusyrik billāhi fa qad ḥarramallāhu 'alaihil-jannata wa ma`wāhun-nār, wa mā liẓ-ẓālimīna min anṣār

Terjemah Arti: Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolongpun.

Bahkan orang munafik akan ditempatkan dalam Neraka paliang dasar, padahal orang munafik mengucapkan juga dua kalimat syahadat

Quran Surat Annisa Ayat 145

إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ فِى ٱلدَّرْكِ ٱلْأَسْفَلِ مِنَ ٱلنَّارِ وَلَن تَجِدَ لَهُمْ نَصِيرًا

Arab-Latin: Innal-munāfiqīna fid-darkil-asfali minan-nār, wa lan tajida lahum naṣīrā 

Terjemah Arti: "Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolongpun bagi mereka."

Kenapa mereka dijanjikan dimasukan neraka paling bawah? Ini artinya ucapan syahadat mereka tidak menjamin mereka selamat dari azab neraka. Dan tidak akan ada seorang penolongpun. Artinya mereka langgeng di neraka.

Jadi jelaslah bahwa tidak semua ucapan syahadat diterima Allah.

Yang diterima syahadatnya itu yang pengucapan syahadatainya yang benar sesuai dengan apa yang di tuntut dengan hakikat dua kalimat syahadat itu dan yang tidak melangar apa-apa yang dapat membatalkan syahadatnya.

Jadi Menjalankan tuntutan ikrar syahadatain itulah yang menentukan!

Setelah mengikrarkan dengan benar kalimat tauhid ini maka seharusnya pemahaman, keyakinan dan amalan itu harus sesuai dengan tuntutan kalimat tauhid tersebut, jika tidak maka tidak ada jaminan meski kita ratusan juta kali mengucapkannya.

Dalam sebuah kitab Al Iman  Bab: Sunnah Amaliyah Dan Sirah yang telah Terjadi, halaman: 149 yang ditulis oleh Syeikh Muhammad Na'im Yasin, di jelaskan:

"Tidak dihukum Islam  seseorang itu kecuali jika ia telah menyatakan syahadatain, dan dengan pernyataan ikrarnya itu seseorang harus sudah bisa untuk membatalkan seluruh keyakinan yang sesat/batil. Tetapi jika tidak demikian adanya, dia harus mengikrarkan syahadatnya lagi dan membersihkan diri dari keyakinan-keyakinan batil yang dapat membatalkan syahadatnya". (Lihat ktab: syarah Assirul Kabir, Jilid 1 halaman 150).

"MUNGKINKAH AKHIR KEHIDUPAN KITA AKAN BERAKHIR DENGAN KALIMAT TAUHID ITU DAN MEMASUKI SURGA, SEMENTARA PEMAHAMAN KITA TERHADAP KALIMAT TAUHID TERSEBUT SANGAT MINIM?"
 
"DAN BISAKAH KITA DIKATAKAN ORANG YANG BERIMAAN KEPADA KALIMAT TAUHID, SEMENTARA KITA TIDAK MEMAHAMAINYA? BAGAIMANA KITA BISA MENGATAN BERIMAN (MEMPERCAYAINYA, SAN MEYAKININYA) SEMENTARA DIRI KITA BELUM PAHAM DAN  TIDAK MENGERTI?"

Apa tuntutan (konsekwensi) kalimat tauhid itu? Yakni menjalankan prinsip prinsip agama yang besar dan pokok, sebelum amalan cabang lainnya yaitu: HIJRAH dan JIHAD. apa itu Hijrah dan Jihad?

Tuntutan pertama orang yang telah beriman kepada kalimat tauhid itu secara global adalah:
  • 1. Melepaskan diri dari ikatan system buatan manusia secara totalitas, dan memasuki kepada ikatan system islam secara totalitas.
  • 2. Berjihad artinya bersungguh sunguh dalm berislam dan bersungguh sunguh dalam menjauhi kebatilan
  • 3. Berusaha dan selalu bersama orang orang beriman dan mencintainya.(al wala)
  • 4. Berusaha dan bersunguh sungguh menjauhi  serta membenci pembela system buatan manusia (Al Bara).
  • Mendakwahkan. Artinya menyampaikan kembali keangungan kalimat tauhid tersebut dalam kehidupan ini kepada seluruh umat manusia umumnya, khususnya kepada semua kaum muslimin.
Dan jika tuntutan dua kalimat syahadat tersebut tidak kita amalkan maka janji Allah SWT sebagaimana sabda rasul tersebut di awal, tidak akan kita raih.

Semua amalan besar tersebut pahalanya adalah ampuan dan surga Allah.



Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label