Lima Langkah Praktis Terbebas dari DOSA haqul Adami. Allah SWt berfirman melalui sabda Rasulullah saw:
"Bahwasanya Rasulullah saw pernah bertanya (pada para shahabat: ‘Tahukah kamu siapa orang yang bangkrut itu? Mereka menjawab : “orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang sudah tidak punya dirham (uang) dan sudah tidak punyakekayaan lagi’ Maka rasul menjelaskan: “Orang yang bangkrut di kalangan umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (amalan) sholat, puasa, zakat. Tetapi di pernah mencaci seseorang, menuduh seseorang, memakan harta seseorang, menumpahkan darang seseorang, memukul seseorang. Maka akan diambilkan dari (amalan) kebajikannya dan diambilkan dari kebajikannya. Maka apabila telah habis (amalan) kebajikannya, padahal belum selesai urusannya,maka akan diambilkan (amalan) kesalahannyaatau dosa-dosa mereka, kemudian diberikan kepadanya. Kemudian orang itu dilemparkan ke dalam neraka." (HR.Muslim)
Hadist diatas menunjukan bahwa ada seseorang yang seharusnya masuk surga, karena dia sudah membawa “tiket” untuk masuk surga. Apa tiketnya? Tiketnya tidak lain adalah mengamalkan rukun Islam yang lima. Tentu dia sudah bersyahadat (tidak disebut dalam hadis di atas), dia sudah membawa amalan sholat yang penuh (tidak pernah meninggalkan sholat), dia sudah selalu menjalankan puasa ramadhan (tidak pernah bolong-bolong), dia sudah embayar zakat (terasuk shodaqoh-shodaqohnya),. Bahkan mungkin dia juga sudah memnunaikan ibadah haji (tidak disebut dalam hadist).namun dia disebut sebagai orang yang bangkrut (muflis). Mengapa? Ternayata, hal itu disebabkan karena orang tersebut pernah melakuka lima jenis dosa (kesalahan) terhadap orang lain, yang diperbuat selam hidup di dunia,.
Marilah kita lihat satu persatu: Pertanyaan mendasar untuk proses menuju diri terbebas dari kebangkrutan di akhirat. Pertanyaan terpentinngnya adalah: Pernahka kita bertemu/berinteraksi dengan seseorang? Jika Ya Ingat -ingat itu! Kemudian catat nama, no hp dan alamatnya. Dan langkah langh berikut ini yang akan menuntun kita dalam menggapai bebasna dosa haqqul adami:
------------------------------
Apa kelima jenis dosa tersebut? Dosa tersebur adalah:
- Dosa mencaci maki orang lain (syatama).
- Dosa Menuduh orang lain (qadzaf)
- Dosa memakan harta orang lain (akala maal),
- Dosa menumpahkan darah orang lain (safaka dam).
- Dosa memukul orang lain (dharaba).
Rincian
- Siapkan buku atau selembar kertas minimal sebesar 4A.
- Kemudian buat satu lembar untuk satu orang yang pernah anda temui. Atau beli buku saku dan tulis satu lebar untuk satu orang.
- Jika sudah, coba ingat-ingat dan catat, pernahkah anda berbuat sesuatu kepada orang tersebut, baik dengan ucapan maupun perbuatan? Seperti: mencaci, berhutang namun lalai tidak memberitahukan keterlabatan dalam pembayarannya, pernah memukul dll
- Kemudian datangi /hubungi langsung orang yang bersangkutan tersebut, dan mintalah dengan sukarela untuk menyempatkan waktu , janjian bertemu dengan Anda. Anda datang ke dia bukan dia datang menhadap Anda. Perlihatkan kesungguh-suguhan demi kebaikan Anda diakhirat.
- Lakukanlah langkah selanjutnya sebagai penentuan, saat anda menemui orang tersebut, untuk menjelasakan kejadian saat beinteraksi dengan dia (jelaskan permaslahannya), lalu mintalah maaf. Anda wajib mendapatkan kemaafan dan pembebasan dari dia saat itu juga sebelum anda pulang lagi kerumah.
Jika merasa Apa yang anda baca ini bermanfaat, jangan segan untuk berlomba menyampaikannya lagi ke yang lain supaya mendapatkan pahala besar yang terus mengalir:
Ù…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ Ù‡ُدًÙ‰ Ùƒَانَ Ù„َÙ‡ُ Ù…ِÙ†َ الْØ£َجْرِ Ù…ِØ«ْÙ„ُ Ø£ُجُÙˆْرِ Ù…َÙ†ْ تَبِعَÙ‡ُ, لاَ ÙŠَÙ†ْÙ‚ُصُ ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø£ُجُÙˆْرِÙ‡ِÙ…ْ Ø´َÙŠْئاً. ÙˆَÙ…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ ضَلاَÙ„َØ©ٍ Ùƒَانَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ù…ِÙ†َ الْØ¥ِØ«ْÙ…ِ Ù…ِØ«ْÙ„ُ آثَامِ Ù…َÙ†ْ تَبِعَÙ‡ُ, لاَ ÙŠَÙ†ْÙ‚ُصُ ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ آثَامِÙ‡ِÙ…ْ Ø´َÙŠْئاً
“Barangsiapa yang mengajak menuju hidayah maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tapi tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa yang mengajak menuju kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti doa orang-orang yang mengikutinya, tapi tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” [HR. Muslim no. 2674]
[Copy semua artikel dan tebarkan ilmu]