“... Pada hari ini, telah Ku-sempurnakan untuk kamu agama-mu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah , Ku-redhai Islam itu agama bagimu ..."( Al-Quran al-Maidah, 5 :3 )
KEWAJIBAN KITA ATAS KARUNIA YANG KITA TERIMA
Adalah merupakan kewajiban bagi kita untuk melaksanakan kewajipan terhadap Allah, kerana nikmat yang telah diberikanNya kepada kita. Seseorang yang tidak melaksanakan kewajipannya kepada orang lain yang telah memberikan sesuatu yang sangat berharga baginya, ia adalah seorang yang tidak tahu berterima kasih. Dan manusia yang tidak melaksanakan kewajipannya kepada Tuhan adalah manusia yang paling tidak tahu berterima kasih.
Sekarang, mungkin anda akan bertanya: Apakah kewajiban yang harus kita laksanakan kepada Allah yang telah memberikan kurniaNya kepada kita?
Jawabannya adalah bahawa kerana Allah telah memasukkan kita ke dalam kelompok umat Muhammad saw, maka bukti terima kasih yang paling baik yang dapat kita persembahkan kepada Allah atas kurniaNya yang besar itu, adalah dengan cara menunjukkan sikap sebagai pengikutpengikut Rasulullah saw yang tulus dan setia. Kerana Allah telah memasukkan kita ke dalam kelompok masyarakat Muslim,
"maka satu-satunya cara untuk memperlihatkan rasa terima kasih kita kepadaNya adalah dengan menjadi orang Muslim yang benar."
Tidak ada cara lain bagi kita untuk menyatakan terima kasih kepada Allah atas kurniaNya yang sangat besar itu. Bila kita tidak menyatakan rasa syukur kita dengan cara demikian, maka hukuman atas sikap kita yang tidak tahu berterima kasih itu, akan sebandingan besarnya dengan kurnia yang diberikanNya kepada kita. Semoga Allah menghindarkan kita dari hukuman demikian itu! Amin.
LANGKAH PERTAMA UNTUK MENJADI MUSLIM
Selanjutnya, anda mungkin akan bertanya: Bagaimana seseorang boleh menjadi seorang Muslim dalam arti yang sebenarnya? Jawaban dari pertanyaan ini memerlukan pemerincian secukupnya, dan saya akan menjelaskan pemerincian itu dalam khutbahkhutbah saya pada hari-hari Jumaat yang akan datang. Sedangkan untuk khutbah kali ini, saya akan menerangkan masalah yang sangat penting, yang dapat dianggap sebagai langkah yang paling awal dalam tindakan untuk menjadi seorang Muslim.
APAKAH MUSLIM ITU NAMA SUATU KELOMPOK BANGSA MANUSIA?
Marilah kita fikirkan apa sebenarnya erti kata Muslim yang kita gunakan setiap waktu itu, dengan memikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah seseorang sudah membawa Islam pada waktu ia dilahirkan? Apakah seseorang disebut Muslim kerana ibu-bapanya atau kakaknya adalah Muslim? Apakah seorang Muslim terlahir begitu sahaja sebagai seorang Muslim, sebagaimana halnya seorang bangsawan lahir sebagai bangsawan, atau seorang anak dari kasta Brahmana lahir sebagai seorang Brahmana, atau seorang anak Sudra lahir sebagai seorang Sudra? Atau, apakah Muslim itu nama suatu bangsa seperti lnggeris? Dan apakah seorang Muslim disebut Muslim kerana ia lahir di tengah masyarakat Muslim, seperti seorang lnggeris disebut Inggeris kerana lahir di tengah-tengah masyarakat Inggeris?
Bagaimana jawaban anda terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas? Saya kira - bahkan saya yakin - anda akan menjawab: "Tidak. Seseorang tidak lazim disebut Muslim kerana alasan-alasan tersebut di atas. Seseorang tidak disebut seorang Muslim kerana ia tergolong dalam suatu kelompok bangsa tertentu. Tetapi seseorang dikatakan Muslim apabila ia menerima Islam sebagai agamanya. Kalau ia melepaskan agama Islam, maka secara automatik ia berhenti menjadi Muslim. Seorang yang beragama Hindu, atau seorang bangsawan, atau seorang Inggeris akan termasuk dalam kelompok masyarakat Muslim kalau ia menerima Islam sebagai agamanya. Sebaliknya, seorang yang lahir di tengah-tengah keluarga Muslim akan dikeluarkan dari masyarakat Muslim kalau ia melepaskan Islam sebagai agamanya, walaupun ia anak seorang kiyai atau anak seorang Pathan".
Itulah, saudara-saudara! Saya yakin, itulah jawaban yang akan anda berikan, atau yang anda setujui, bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.
Dan dari jawaban tersebut kita boleh menyimpulkan bahawa anugerah Allah yang terbesar, yakni sebutan sebagai seorang Muslim, yang anda nikmati itu, bukanlah suatu harta bangsa atau kesukuan yang secara langsung anda warisi dari orang tua anda dan terus melekat pada diri anda selama hidup, baik anda sedari atau tidak, tetapi ia adalah suatu harta yang harus anda peroleh dengan usaha. Kalau anda melakukan usaha untuk memperolehnya, maka anda akan memperolehnya; sebaliknya bila anda tidak mempedulikannya, walaupun anda sudah memperolehnya, maka ia akan dicabut dari anda. Na'udzu billah min dzalik.
Demikian Karunia Allah SWT Terbesar dalam Hidup Di Dunia
Jawabannya adalah bahawa kerana Allah telah memasukkan kita ke dalam kelompok umat Muhammad saw, maka bukti terima kasih yang paling baik yang dapat kita persembahkan kepada Allah atas kurniaNya yang besar itu, adalah dengan cara menunjukkan sikap sebagai pengikutpengikut Rasulullah saw yang tulus dan setia. Kerana Allah telah memasukkan kita ke dalam kelompok masyarakat Muslim,
"maka satu-satunya cara untuk memperlihatkan rasa terima kasih kita kepadaNya adalah dengan menjadi orang Muslim yang benar."
Tidak ada cara lain bagi kita untuk menyatakan terima kasih kepada Allah atas kurniaNya yang sangat besar itu. Bila kita tidak menyatakan rasa syukur kita dengan cara demikian, maka hukuman atas sikap kita yang tidak tahu berterima kasih itu, akan sebandingan besarnya dengan kurnia yang diberikanNya kepada kita. Semoga Allah menghindarkan kita dari hukuman demikian itu! Amin.
LANGKAH PERTAMA UNTUK MENJADI MUSLIM
Selanjutnya, anda mungkin akan bertanya: Bagaimana seseorang boleh menjadi seorang Muslim dalam arti yang sebenarnya? Jawaban dari pertanyaan ini memerlukan pemerincian secukupnya, dan saya akan menjelaskan pemerincian itu dalam khutbahkhutbah saya pada hari-hari Jumaat yang akan datang. Sedangkan untuk khutbah kali ini, saya akan menerangkan masalah yang sangat penting, yang dapat dianggap sebagai langkah yang paling awal dalam tindakan untuk menjadi seorang Muslim.
APAKAH MUSLIM ITU NAMA SUATU KELOMPOK BANGSA MANUSIA?
Marilah kita fikirkan apa sebenarnya erti kata Muslim yang kita gunakan setiap waktu itu, dengan memikirkan pertanyaan-pertanyaan berikut: Apakah seseorang sudah membawa Islam pada waktu ia dilahirkan? Apakah seseorang disebut Muslim kerana ibu-bapanya atau kakaknya adalah Muslim? Apakah seorang Muslim terlahir begitu sahaja sebagai seorang Muslim, sebagaimana halnya seorang bangsawan lahir sebagai bangsawan, atau seorang anak dari kasta Brahmana lahir sebagai seorang Brahmana, atau seorang anak Sudra lahir sebagai seorang Sudra? Atau, apakah Muslim itu nama suatu bangsa seperti lnggeris? Dan apakah seorang Muslim disebut Muslim kerana ia lahir di tengah masyarakat Muslim, seperti seorang lnggeris disebut Inggeris kerana lahir di tengah-tengah masyarakat Inggeris?
Bagaimana jawaban anda terhadap pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas? Saya kira - bahkan saya yakin - anda akan menjawab: "Tidak. Seseorang tidak lazim disebut Muslim kerana alasan-alasan tersebut di atas. Seseorang tidak disebut seorang Muslim kerana ia tergolong dalam suatu kelompok bangsa tertentu. Tetapi seseorang dikatakan Muslim apabila ia menerima Islam sebagai agamanya. Kalau ia melepaskan agama Islam, maka secara automatik ia berhenti menjadi Muslim. Seorang yang beragama Hindu, atau seorang bangsawan, atau seorang Inggeris akan termasuk dalam kelompok masyarakat Muslim kalau ia menerima Islam sebagai agamanya. Sebaliknya, seorang yang lahir di tengah-tengah keluarga Muslim akan dikeluarkan dari masyarakat Muslim kalau ia melepaskan Islam sebagai agamanya, walaupun ia anak seorang kiyai atau anak seorang Pathan".
Itulah, saudara-saudara! Saya yakin, itulah jawaban yang akan anda berikan, atau yang anda setujui, bagi pertanyaan-pertanyaan tersebut di atas.
Dan dari jawaban tersebut kita boleh menyimpulkan bahawa anugerah Allah yang terbesar, yakni sebutan sebagai seorang Muslim, yang anda nikmati itu, bukanlah suatu harta bangsa atau kesukuan yang secara langsung anda warisi dari orang tua anda dan terus melekat pada diri anda selama hidup, baik anda sedari atau tidak, tetapi ia adalah suatu harta yang harus anda peroleh dengan usaha. Kalau anda melakukan usaha untuk memperolehnya, maka anda akan memperolehnya; sebaliknya bila anda tidak mempedulikannya, walaupun anda sudah memperolehnya, maka ia akan dicabut dari anda. Na'udzu billah min dzalik.
Demikian Karunia Allah SWT Terbesar dalam Hidup Di Dunia
