MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Kamis, 12 Desember 2019

Mendudukan Kewajiban Bersama Secara Tepat dengan Tugas Kewajiban Masing-masing Kita

*MENDUDUKAN SECARA BENAR MISI BESAR BERSAMA DENGAN TUGAS (FARDIYAH) MASING MASING KITA*

Dalam kehidupan seorang Muslim ada dua bentuk kewajiban, kewajiban 'ain (fardu 'ain) dan kewajiban kifayah (fardu kifayah) dua dunya sama sama wajib, yang membedakan adalah teknis, jenis dan wujud pelaksanaannya saja.



Dengan memahamai kedua kewajiban diatas kita akan mengetahui hal hal lainnya yang derajat statusnya di bawah dua kewajiabln tersebut. Sehingga seorang muslim dapat dan mampu membedakan mana yang kewajiban utama dan mana amalan penyempurna. Mana kewajiban dan mana yang sunnah. Jangan sampai membalikan, atau mencampur adukannya antara kewajiban yang  satu dengan kewajiban lainnya, antara sunnah yang satu dan sunnah lainnya karena sungguh dalam Islam semuanya sudah Allah tentukan paketnya dengan untuh dan menyeluruh.

Oleh karena itu seorang muslim dalam kehidupannya bisa mengetahui hal hal tak berguna dan bisa menyortirnya supaya mana wajib dan mana sunnah sehingga tidak terjebak mencampur adukannya.  Kita akan tahu, apakah hal hal ini dan itu berguna? Atau tidak? Tentunya semuanya pakai setandar baku dalam pembagian hukum Islam yang 5 (lima)  yakni: WAJIB, SUNNAH, HARAM, MAKRUH dan MUBAH.

Contoh dalam menyortir perbuatan, jika kita sedang berusaha Mencari nafkah: baik bisnis offline ataupun online, hal ini masuk ke hal hal berguna. Karena sungguh usaha atau menjalankan usaha bagi laki laki adalah wajib, pahalanya besar, jika sabar.... keluh dan peluh kesahnya seorang laki laki akan bernilai pahala bahkan pahalanya hampir disamakan dengan pahala seorang mujahid...

Maka dari itulah seorang muslim selain wajib, menjalankan kewajiban berdakwah, juga wajib menjalankan praktek usaha.

Tidak bisa seorang muslim, saat aktif dakwah, dirinya mengabaikan kewajiban usaha.begitupun sebaliknya.

Banyak sekali orang yg terjebak pemahaman seperti ini misalnya:  dia getol berdakwah sementara usaha mencari nafkah terbengkalai..maka sdh pasti disisi lain dirinya punya pahala dari dakwahnya, akan tetapi disamping itu dia berbuat dosa dan menerima aliran dosa investasi dalam waktu bersamaan.. begitupun sebaliknya dirinya getol berusaha sana sini namun lupa akan kewajiban berdakwah, baik kewajiban dakwah kepada keluarganya , ataupun kepada yang lainnya.

Begitu juga Banyak sekali seorang istri getol berdakwah siang malam, akan tetapi dirinya abai kewajiban mengurus dan mengelola rumah tangganya sebagai jabatan istri disamping suaminya.

Istri seorang suami yg getol dakwah, namun mengabaikan kewajiban di keluarganya dihadapan suaminya, maka di dalam waktu bersamaan telah melakukan amal soleh dan amal salah. Bahkan amalan sholeh yang dilakukan di luar amal di hadapan suaminya bisa jadi derajat pahalanya di bawah derajat pahala yg dihasilkan dari amal selain dihadapan suaminya.

Karena sungguh kemuliaan seorang istri adalah amal pengabdian dihadapan suaminya..bahkan nabi sempat menjelaskan dalam sebuah hadistnya ... BAHWA JIKA SEANDAINYA DI DUNIA ADA DUA ILLAH, MAKA SEORANG ISTRI WAJIB MENYEMBAH SUAMINYA.

Rasul sampai demikian .. karena tidak mungkin ada dua illah di dunia! Dan tidak bisa seorang muslim me yembahbdua tuhan dalam kehiduapnnya. Karena sunguh TIDAK ADA TUHAN YANG BERHAK DI SEMBAH SELAIN,  ALLAH LAA ILAHA ILLA ALLAH

Ini artinya betapa besar derajat dan pahala yang akan didapat seorang istri dihadapan suaminya.


_Kembali ke  soal diatas...._

Jadi dalam islam sudah ditetapkan bahwa semua kewajiban taklif dari Allah sdh satu paket, tiap amaliyah kewajiban sudah satu paket perintahnya...shalat sudah satu paket, kewajiban di rumah tangga sudah satu pakaet dll kewajiban lainnya juga sama seperti itu. BAHKAN  kewajiban menerapkan islam secara kaffah, juga sudah tetapkan 1 paket lengkap ( aqidah, syariah dan khilafah) tiga hal ini wajib ada dalam pengamalan kewajiaban penerapan syariah islam.

Dengan demikian: seorang muslim tidak mungkin membagi atau membeda bedakan waktunya dengan pemahaman seperti ini: "ada bagian untuk ibadah, ada bagian yg lainnya dll."

Jika pemahaman salah seperti itu ada dalam benak kaum muslimin, maka akibatnya akan banyaknkesalahan sana sini. Artinya dalam pemahamannya berarti ada 24 jam waktu sebagiannya untuk yang lain! Ini salah patal! ....

Yang benar adalah bahwa SEMUA KEHIDUPAN YANG ADA BESERTA PERNAK PERNIKNYA DAN SEMUA MASALAHNYA, SEMUANYA DALAH UNTUK IBADAH! dan memang itulah sejatinya keberadaan seorang manusia di bumi adalah semata mata untuk menjalankan misi ibadah (Qs.51:56- https://misihidupdibumi.blogspot.com).

Oleh karena itu sudah saatnya dan sudah seharusnya setiap kita ingat dan saling mengingatkan akan tugas misi bersama di planet bumi yakni Misi Ibadah 51:56. Sungguh kita ini agen misi5156 di planet bumi.

Selamat menjalankan misi 5156 semoga kita tetap istiqomah dan saling bersinergi dalam proyek besar misi  ibadah kita, penegakkan tuntutan ibadah yakni penerapan hukum Allah secara kaaffah  di muka bumi dalam institusi khilafah Islamiyah.

*MARI PERKOKOH AQIDAH, PERERRAT UKHUWWAH, BERGERAK BERSAMA TEGAKAN SYARIAH DAN KHILAFAH!*

Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label