Sebagai Tuntutan dan konsekwensi dari Ikrar tauhid La ilaaha illa Allah Muhammadarrasuluulah, maka sebagai umat Islam MUTLAK wajib terikat dengan syariat islam secara kaaffah (totalitas). Keterikatan kepada syariat Islam ini meliputi berbagai bidang kehidupan, mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat dan bernegara.
Ini artinya muslim wajib hidup secara islam (sesuai Islam) dalam segala aspek kehidupan. Muslim berarti harus pakai Islam dalam segala perbuatan, dalam ekonomi, berbudaya, sosial, pendidian, , berpakaian, makanan, minuman, bidang kemasyarakatam, militer dan cara bagaimana hidup bernegara. Tidak boleh muslim hidup dalam dua dalam dua aturan aturan islam dan waktu bersamaan dalam aturan kufur. Karena jika seorang muslim seperti demikian maka itu dalam islam disebut telah menduakan Allah dalam aturan, dan ini adalah bentuk kesyirikan. Dengan kata lain sekali Islam tetap pakai Islam karena jika kita maka ikrar dan pengakuan syahdatnya akan terancam batal.
Apakah mungkin seorang yang telah mengaku beriman dan Muslim berhukumkan dua hukum dalam hidupnya? Bukankah Allah menegaskan dalam alquran yang isi nya menanyakan dan heran keapda siapa saja mereka umat islam yang menduakan hukum
Apakah kalian tidak melihat kepada orang-orang yang telah mengaku beriman terhadap apa yang telah diturunkan Allah (islam) kepada kamu (muhammad) dan syariat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad (taurat, inil, jabur Mushap Ibrahim) mereka malah hendak berpalih atau berhukum kepaada thaghut (hukum selain Islam?) padahal Allah telah memerintahkan mewajibkan umat islam untuk berhukum kepada islam saja? Sementara kita banyak yang melakukan apa yang diherankanALlah yakni berhukum kepada hukum thaghut? Allah swt Berfirman:
Arab-Latin: A lam tara ilallażīna yaz'umụna annahum āmanụ bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablika yurīdụna ay yataḥākamū ilaṭ-ṭāgụti wa qad umirū ay yakfurụ bih, wa yurīdusy-syaiṭānu ay yuḍillahum ḍalālam ba'īdā
Terjemah Arti: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan ayat tersebut diatas) Apakah kamu tidak mengetahui (wahai rasul), perihal orang-orang munafik yang mengaku-aku telah beriman kepada wahyu yang diturunkan kepadamu,(yaitu al-qur’an),dan kepada wahyu yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelummu, tetapi mereka ingin berhukum dalam memutuskan perselisihan diantara mereka kepada selain ajaran yang disyariatkan Allah berupa ajaran kebatilan, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufuri ajaran kebatilan? dan setan menghendaki untuk menjauhkan mereka dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya. Dan dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa sesungguhnya iman yang benar menuntut kepatuhan kepada syariat Allah dan berhukum dengannya dalam setiap urusan dari urusan-urusan. Maka barangsiapa yang beranggapan bahwa dirinya telah beriman namun ternyata dia lebih memilih hukum thagut di atas hukum Allah, maka dia adalah seorang pembohong dalam pengakuannya itu.
Dengan demikian seorang muslim dimanapun tidak mungkin bisa hiduup tanpa negara Islam, karena dengan negara Islam itulah muslim bisa hidup dengan terikat kepada hukum Allah secara totalitas sebagai perwujudan dari seruan Allah harus masuki Islam secara kaffah:
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanudkhulụ fis-silmi kāffataw wa lā tattabi'ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum 'aduwwum mubīn
Ini artinya muslim wajib hidup secara islam (sesuai Islam) dalam segala aspek kehidupan. Muslim berarti harus pakai Islam dalam segala perbuatan, dalam ekonomi, berbudaya, sosial, pendidian, , berpakaian, makanan, minuman, bidang kemasyarakatam, militer dan cara bagaimana hidup bernegara. Tidak boleh muslim hidup dalam dua dalam dua aturan aturan islam dan waktu bersamaan dalam aturan kufur. Karena jika seorang muslim seperti demikian maka itu dalam islam disebut telah menduakan Allah dalam aturan, dan ini adalah bentuk kesyirikan. Dengan kata lain sekali Islam tetap pakai Islam karena jika kita maka ikrar dan pengakuan syahdatnya akan terancam batal.
Apakah mungkin seorang yang telah mengaku beriman dan Muslim berhukumkan dua hukum dalam hidupnya? Bukankah Allah menegaskan dalam alquran yang isi nya menanyakan dan heran keapda siapa saja mereka umat islam yang menduakan hukum
Apakah kalian tidak melihat kepada orang-orang yang telah mengaku beriman terhadap apa yang telah diturunkan Allah (islam) kepada kamu (muhammad) dan syariat yang diturunkan sebelum Nabi Muhammad (taurat, inil, jabur Mushap Ibrahim) mereka malah hendak berpalih atau berhukum kepaada thaghut (hukum selain Islam?) padahal Allah telah memerintahkan mewajibkan umat islam untuk berhukum kepada islam saja? Sementara kita banyak yang melakukan apa yang diherankanALlah yakni berhukum kepada hukum thaghut? Allah swt Berfirman:
أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ يَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ آمَنُوا بِمَا أُنْزِلَ إِلَيْكَ وَمَا أُنْزِلَ مِنْ قَبْلِكَ يُرِيدُونَ أَنْ يَتَحَاكَمُوا إِلَى الطَّاغُوتِ وَقَدْ أُمِرُوا أَنْ يَكْفُرُوا بِهِ وَيُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُضِلَّهُمْ ضَلَالًا بَعِيدًا
Arab-Latin: A lam tara ilallażīna yaz'umụna annahum āmanụ bimā unzila ilaika wa mā unzila ming qablika yurīdụna ay yataḥākamū ilaṭ-ṭāgụti wa qad umirū ay yakfurụ bih, wa yurīdusy-syaiṭānu ay yuḍillahum ḍalālam ba'īdā
Terjemah Arti: Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah mengingkari thaghut itu. Dan syaitan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.
Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan ayat tersebut diatas) Apakah kamu tidak mengetahui (wahai rasul), perihal orang-orang munafik yang mengaku-aku telah beriman kepada wahyu yang diturunkan kepadamu,(yaitu al-qur’an),dan kepada wahyu yang diturunkan kepada rasul-rasul sebelummu, tetapi mereka ingin berhukum dalam memutuskan perselisihan diantara mereka kepada selain ajaran yang disyariatkan Allah berupa ajaran kebatilan, padahal mereka telah diperintahkan untuk mengkufuri ajaran kebatilan? dan setan menghendaki untuk menjauhkan mereka dari jalan kebenaran sejauh-jauhnya. Dan dalam ayat ini terkandung dalil yang menunjukkan bahwa sesungguhnya iman yang benar menuntut kepatuhan kepada syariat Allah dan berhukum dengannya dalam setiap urusan dari urusan-urusan. Maka barangsiapa yang beranggapan bahwa dirinya telah beriman namun ternyata dia lebih memilih hukum thagut di atas hukum Allah, maka dia adalah seorang pembohong dalam pengakuannya itu.
Dengan demikian seorang muslim dimanapun tidak mungkin bisa hiduup tanpa negara Islam, karena dengan negara Islam itulah muslim bisa hidup dengan terikat kepada hukum Allah secara totalitas sebagai perwujudan dari seruan Allah harus masuki Islam secara kaffah:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا ادْخُلُوا فِي السِّلْمِ كَافَّةً وَلَا تَتَّبِعُوا خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ ۚ إِنَّهُ لَكُمْ عَدُوٌّ مُبِينٌ
Arab-Latin: Yā ayyuhallażīna āmanudkhulụ fis-silmi kāffataw wa lā tattabi'ụ khuṭuwātisy-syaiṭān, innahụ lakum 'aduwwum mubīn
Terjemah Arti: Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu. Terjemahan Makna Bahasa Indonesia (Isi Kandungan) Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Tuhan dan kepada Muhammad sebagai nabi dan rasul, serta kepada Islam sebagai agama, Masuklah ke Seluruh ajaran syariat Islam dengan mengamalkan seluruh hukumnya, dan jangan kalian tinggalkan barang sedikitpun darinya, dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan setan, berupa maksiat maksiat yang iya mengajak kalian kepadanya. sungguh nya setan itu musuh yang nyata permusuhan nya kepada kalian, maka berhati-hatilah terhadap nya.
SERUAN HIDUP SECA KAFFAH DALAM ISLAM SEBAGAIMAN DALAM AYAT TERSEBUT 2:208 ADALAH INI ARTINYA ORANG BERIMAN WAJIB HIDUP DALAM NEGARA ISLAM (KHILAHAH). KARENA HIDUP DALAM ISLAM SECA KAFFAH TIDAK MUNGKIN TERWUJUD JIKA HIDUP DALAM NEGARA SEKULER ATAU NEGARA SYIRIK SEPERTI SAAT INI
Dalam Islam negara Islam itu adalah Khilafah yakni sebuah pemerintahan yang menerapkan Islam secata total dan undang undangnya, serta landasan negaranya dua kalimat syahadat laa illaha illa Allah Muhammad Rsulullah (lihat: definisi Khilafah Islam disni)
Oleh sebab itu hukum wajibnya umat islam hidup dalam negara islam didasarkan kepada kewajiban hidup dengan aturan Islam secara kaffah totalitas. Dasar atau tuntutan inilah kenapa umat Islam wajib hidup dalam negara Islam. jadi bukan asal hidup tapi hidup harus dalam aturan Islam. juga disadarkan kepada wajibny menerapkan islam secara totalias. inilah dasa wajibnya umat islam harus punya negara islam.
Oleh sebab itu dan oleh karenanya pula ketika negara islam tidak ada, ketika khilafah belum tegak, maka semua kaum muslimin wajib memperjuangkannya hingga negara islam itu terwujud, hingga umnat islam buisa hidup secara riil dibawah naungan institusi negara Islam (khuilfaha Islam). Selama umat islam belum bisa mewujudkannya, selama itulah kewajiban ini terus berlaku dan umat islam wajib terlibat dalam upaya mewujudkannya. Diam diri atas kewajiban besar dan kewajiban bersama ini maka selali itulah yang tidak terlibat alabn berdosa artinya akan menerima dosa besar. dam diam diri ini akan mengundang anca,an dan azab Allah swt sebagaimana yang difirmankan Allah:
"..."
SERUAN HIDUP SECA KAFFAH DALAM ISLAM SEBAGAIMAN DALAM AYAT TERSEBUT 2:208 ADALAH INI ARTINYA ORANG BERIMAN WAJIB HIDUP DALAM NEGARA ISLAM (KHILAHAH). KARENA HIDUP DALAM ISLAM SECA KAFFAH TIDAK MUNGKIN TERWUJUD JIKA HIDUP DALAM NEGARA SEKULER ATAU NEGARA SYIRIK SEPERTI SAAT INI
Dalam Islam negara Islam itu adalah Khilafah yakni sebuah pemerintahan yang menerapkan Islam secata total dan undang undangnya, serta landasan negaranya dua kalimat syahadat laa illaha illa Allah Muhammad Rsulullah (lihat: definisi Khilafah Islam disni)
Oleh sebab itu hukum wajibnya umat islam hidup dalam negara islam didasarkan kepada kewajiban hidup dengan aturan Islam secara kaffah totalitas. Dasar atau tuntutan inilah kenapa umat Islam wajib hidup dalam negara Islam. jadi bukan asal hidup tapi hidup harus dalam aturan Islam. juga disadarkan kepada wajibny menerapkan islam secara totalias. inilah dasa wajibnya umat islam harus punya negara islam.
Oleh sebab itu dan oleh karenanya pula ketika negara islam tidak ada, ketika khilafah belum tegak, maka semua kaum muslimin wajib memperjuangkannya hingga negara islam itu terwujud, hingga umnat islam buisa hidup secara riil dibawah naungan institusi negara Islam (khuilfaha Islam). Selama umat islam belum bisa mewujudkannya, selama itulah kewajiban ini terus berlaku dan umat islam wajib terlibat dalam upaya mewujudkannya. Diam diri atas kewajiban besar dan kewajiban bersama ini maka selali itulah yang tidak terlibat alabn berdosa artinya akan menerima dosa besar. dam diam diri ini akan mengundang anca,an dan azab Allah swt sebagaimana yang difirmankan Allah:
"..."
