Sungguh rugi jika kita mendapatkan dosa yang sama padahal yang berbuat dosanya mereka yang melanggar syariat Allah. KENAPA HAL INI BISA TERJADI? Padahal kita tidak berbuat dosa apa yang mereka lakukan.
"Dan barang siapa yang tidak menyaksikan [dosa] nya, tetapi ia rela dengan perbuatan dosa itu, maka kedudukannya sama dengan orang yang menyaksikannya (dan menyetujuinya)."
Apa yang saya sebutkan diatas betul betul itu akan terjadi kepada siapa saja yang diam diri saat melihat atau mendengar kemungkaran terjadi di dekat kita meskipun kita tidak melakuaknnya. Hal ini sebagaimana yang disebutkan oleh Rasulullah saw dalam sebuah hadiatnya berikut ini:
قَالَ أَبُو دَاوُدَ: حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ حَدَّثَنَا أَبُو بَكْرٍ حَدَّثَنَا مُغِيرة بْنُ زياد الموصلي عن عَدِيّ بْنِ عَدِيٍّ عَنِ العُرْس -يَعْنِي ابْنَ عَميرة-عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: "إِذَا عُمِلَتِ الْخَطِيئَةُ فِي الْأَرْضِ كَانَ مَنْ شَهِدَها فكَرِهَها -وَقَالَ مَرَّةً: فَأَنْكَرَهَا-كَانَ كَمَنْ غَابَ عَنْهَا وَمَنْ غَابَ عَنْهَا فَرَضِيَها كَانَ كَمَنْ شَهِدَهَا."
Abu Daud mengatakan, telah menceritakan kepada kami Abul Ala, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar, telah menceritakan kepada kami Al-Mugirah ibnu Ziyad Al-Mausuli, dari Addi ibnu Addi, dari Al-Urs (yakni Ibnu Umairah), dari Nabi sallallahu alaihi wa sallam yang telah bersabda: Apabila perbuatan dosa dilakukan di bumi, maka orang yang menyaksikannya lalu membencinya -dan di lain waktu beliau mengatakan bahwa lalu ia memprotesnya- maka kedudukannya sama dengan orang yang tidak menyaksikannya Dan barang siapa yang tidak menyaksikannya, tetapi ia rela dengan perbuatan dosa itu, maka kedudukannya sama dengan orang yang menyaksikannya (dan menyetujuinya).
Oleh karena itu jika kita melakukan hal yang sama seperti yang disebutkan dalam hadiat diatas, maka kita hanya ada dalam dua pilihan, mau diam saja sementara kita mendapatkan dosa atau berbuat amar makruf nahi munkar dan mengalir pahala?
Salah satu amar makruf terbesar itu adalah amliyah ibadah dakwah, dakwah untuk menyeru manusia atau muslim untuk menjalnkan syariat islam secara kaffah (totalitas) dalam kehidupan.
Allah SWT berfirman (QS. Al A’raf: 57):
وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانتَهُوا وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ
“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya” (QS. Al Hasyr:7)
WARUNG
Etalase Lapak dan Produk
chat5
Chat WhatsApp
!doctype>
CS WA
Status: OnHalo, bagaimana kami dapat membantu Anda?
Senin, 25 November 2019
