Seorang prajurit yang mendapat tugas atau misi masuk kedalam tubuh musuh untuk menyamar dan mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan musuh termasuk kekuatan dan kelemahannya. Keberhasilan misi seorang prajurit tersebut akan sangat menentukan keberhasilan pasukannya, demikian juga kegagalannya akan menyebabkan kegagalan dari pasukannya. Kemenangan dan kekalahan bisa jadi tidak berlaku selamanya dalam peperangan. Pada masa yang lalu pasukan Amerika mampu membumi hanguskan Negara Irak, tetapi bisa jadi pada masa yang akan datang kondisi ini akan terbalik, pasukan Irak mampu mengalahkan pasukan Amerika. Begitulah sunatullah, Allah telah menetapkan siklus kehidupan ini terus berputar dan silih berganti.
Sama halnya dengan prajurit, manusia hidup di dunia ini mempunyai misi yang harus diemban, kegagalan seseorang dalam mengemban misi selama hidup di dunia, berarti seseorang tersebut harus menanggung kegagalan untuk selama-lamanya. Karena kehidupan di alam dunia terjadi hanya sekali dan tidak akan terulang untuk kedua kalinya, walau hanya sementara namun hasil dari amalan di dunia akan berlaku untuk selamanya dalam kehidupan di akhirat nanti. Kemenangan dan kekalahan dalam peperangan di dunia terus silih berganti, lain halnya dengan tugas yang kita emban di dunia. Setiap orang mempunyai batasan waktu tersendiri dalam mengemban tugasnya selama di dunia. Batasan itu di awali dari kelahiran seseorang sampai kematian menjemputnya.
40. Al Mu'min 67
َُูู ุงَّูุฐِู ุฎَََُูููู ู ِّู ุชُุฑَุงุจٍ ุซُู َّ ู ِู ُّูุทَْูุฉٍ ุซُู َّ ู ِْู ุนَََููุฉٍ ุซُู َّ ُูุฎْุฑِุฌُُูู ْ ุทِْููุงً ุซُู َّ ِูุชَุจُْูุบُูุง ุฃَุดُุฏَُّูู ْ ุซُู َّ ِูุชَُُููููุง ุดُُููุฎًุง َูู ُِููู ู ِّู ُูุชَََّููู ู ِู َูุจُْู َِููุชَุจُْูุบُูุง ุฃَุฌَูุงً ู ُّุณَู َّู ََููุนََُّููู ْ ุชَุนَُِْูููู {67}
Dia-lah yang menciptakan kamu dari tanah kemudian dari setetes mani, sesudah itu dari segumpal darah, kemudian dilahirkannya kamu sebagai seorang anak, kemudian (kamu dibiarkan hidup) supaya kamu sampai kepada masa (dewasa), kemudian (dibiarkan kamu hidup lagi) sampai tua, di antara kamu ada yang diwafatkan sebelum itu. (Kami perbuat demikian) supaya kamu sampai kepada ajal yang ditentukan dan supaya kamu memahami(nya).
Kegagalan selama di dunia seberat dan sebesar apapun itu masih bisa diperbaiki, tetapi ketika masa kematian itu telah tiba maka apa yang telah kita perbuat di dunia ini tidak akan bisa diubah ketentuannya. Penyesalan tidak berarti apa-apa lagi, pintu taubat telah tertutup rapat. Maka keberuntunganlah bagi orang-orang yang selalu mengerjakan amal kebaikan dan kerugian yang amat besar bagi orang-orang yang selama hidupnya di dunia selalu melakukan keburukan dan kemaksyiatan kepada Allah. Ketika kematian menjemputnya mereka teramat ingin bertaubat kepada Allah, tetapi tidak ada taubat setelah kematian.
Q.S An-Nisaa ayat 18
ََْูููุณَุชِ ุงูุชَّْูุจَุฉُ َِّููุฐَِูู َูุนْู ََُููู ุงูุณَِّّูุฆَุงุชِ ุญَุชَّู ุฅِุฐَุง ุญَุถَุฑَ ุฃَุญَุฏَُูู ُ ุงْูู َْูุชُ َูุงَู ุฅِِّูู ุชُุจْุชُ ุงْูุฆَุงَู َููุงَุงَّูุฐَِูู َูู ُูุชَُูู َُููู ْ َُّููุงุฑٌ ุฃُْููุงَุฆَِู ุฃَุนْุชَุฏَْูุง َُููู ْ ุนَุฐَุงุจًุง ุฃَِููู ًุง
Tidaklah taubat itditerima Allah dari orang-orang yang mengerjakan kejahatan (yang) hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) ia mengatakan : "Sesungguhnya saya bertaubat sekarang." Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang sudah mati sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan siksa yang pedih.
Ketahuilah sesungguhnya kehidupan di dunia hanya sementara dan sesungguhnya dunia adalah permainan dan senda gurau.
Q.S 47. Muhammad 36
ุฅَِّูู َุง ุงْูุญََูุงุฉُ ุงูุฏَُّْููุง َูุนِุจُُ ََُُْูููู َูุฅِْู ุชُุคْู ُِููุง َูุชَุชَُّููุง ُูุคْุชُِูู ْ ุฃُุฌُูุฑَُูู ْ َููุงََูุณْุฆَُْููู ْ ุฃَู َْูุงَُููู ْ
Sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau. Dan jika kamu beriman dan bertakwa, Allah akan memberikan pahala kepadamu dan Dia tidak akan meminta harta-hartamu.
Sebagaimana pada khutbah sebelumnya, tugas yang di emban manusia dalam dunia ini ada tiga:
Pertama, menjadi seorang khalifah
Kedua, beribadah kepada Allah
Ketiga, memakmurkan bumi Allah
Pada khutbah kali ini kita akan membahas mengenai:
MISI MANUSIA MENJADI KHALIFAH ALLAH DI MUKA BUMI
Dalam tafsir Ibnu Katsir kata khalifah mengandung beberapa pengertian:
Pertama, khalifah dalam arti khusus adalah Nabi Adam Alaihissalam dan dalam arti umum adalah anak dan keturunan adam atau manusia secara keseluruhan.
Kedua, khalifah berarti wakil Allah di muka bumi, orang yang menghuni bumi, mengurus dan memelihara.
Ketiga, khalifah berarti orang yang memutuskan perkara, mendamaikan, dan menghakimi di antara dua orang yang bermasalah (Pemerintahan Islam: khilafah, imamah, atau amirul mukminin= sebutan kenegaraan dam syariat Islam)
Keempat, khalifah berarti, sekumpulan orang yang melakukan regenerasi secara terus menerus dari satu kaum diteruskan kepada kaum yang lain, selanjutnya terus menerus hingga waktu yang telah ditentukan oleh Allah.
Kelima, berarti orang yang dipilih oleh Allah untuk menjadi pemimpin pada suatu kaum atau manusia seluruhnya, seperti golongan Nabi-nabi dan Rasul-Rasul Allah, sebagai orang pilihan yang diutus sebagai penyampai khabar gembira, dan peringatan dari Allah.
Pada kesempatan ini kita akan lebih membahas secara khusus yang berkaitan dengan khalifah secara khusus yaitu Nabi Adam Alaihis-Salam dan khalifa secara umum yaitu anak dan keturunan Nabi Adam atau manusia secara keseluruhan.
Sebelum itu ada baiknya kita melihat kembali bagaimana sejarah penciptaan Nabi Adam Alihi as-Salam melalui firman Allah dalam Q.S al-Baqoroh ayat 30 - 38. Firman Allah tersebut menceritakan tentang proses penciptaan Adam Alaihi as-Salam, misi hidup, potensi yang dimiliki yang merupakan kelebihan dan kekurangan, Iblis (Syaithon) yang merupakan musuh utama Nabi Adam dan anak keturunanya nanti, tergodanya adam oleh tipu daya Iblis sehingga Nabi Adam dikeluarkan dari syurga dan diturunkan ke bumi.
Sebagaimana Ibnu Jarir dalam tafsir Ibnu Katsir menjelaskan bahwa sebelum manusia di ciptakan oleh Allah SWT, bumi sudah dihuni oleh bangsa Jin dalam tenggang masa dua ribu tahun, dalam kehidupannya di bumi bangsa Jin membuat kerusakan kekacauan dan pertumpahan darah sesama mereka sendiri. Kemudian Allah mengutus Iblis (dari golongan Jin) dan Malaikat untuk memerangi mereka. Iblis bersama para Malaikat memerangi jin dan mengejarnya sapai ke pulau-pulau yang ada diberbagai laut dan sampai ke puncak-puncak gunung. Keberhasilan itu membuat Iblis menjadi sombong, yang ia simpan didalam hatinya. Para malaikat tidak mengetahui tetapi Allah maha tahu dan Allah tahu, akan perihal kesombongan Iblis yang tersimpan dalam hati.
Setelah kisah itu Allah berfirman "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi." (Al-Baqoroh: 30). Kemudian mulailah proses penciptaan Adam, dengan kuasa Allah, Mula2 Adam dibuat dari tanah kering yang hitam, kemudian menjadi tanah liat, kemudian dibentuk menjadi manusia, setelah itu didiamkan selama 40 hari. Maka tatkalah ditiupkan ruh sebagian dari ciptaan Allah dari bagian kepala seketika itu tanah berbentuk manusia itu menjadi daging yang dialiri darah, pada saat ruh sampai di bagian pusar, Adam merasa kagum dan mencoba untuk bangkit namun tak mampu. Kemudian Allah berfirman "Manusia dijadikan (bertabiat) tergesa-gesa (Al-Anbiya 37).
Adam diberi potensi atau kelebihan berupa ilmu pengetahuan sebagimana firman-Nya " dan Allah mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda seluruhnya, (Al-Baqoroh: 31), potensi ini "akal pikiran" tidak dimiliki oleh golongan malaikat yang sebelumnya ingin mengetahui hikmah dibalik penciptaan khalifah dibumi dengan berkata " Apakah patut Engkau buat di muka bumi orang yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah, kemudian Allah berfirman sesungguhnya Aku mengetahui apa-apa yang tidak kamu ketahui (Al-Baqoroh : 30)
Maksud firman-Nya bahwa Allah mengethui apa-apa yang tidak diketahui, selain malaikat tidak mengetahui nama-nama segala sesuatu di bumi juga Allah mengetahui kesombongan yang dimiliki Iblis. Kemudian Allah ingin menguji Iblis yang pada saat itu termasuk berada dengan golongan Malaikat, dengan berfirman-Nya " Tunduklah engkau kepada Adam! Lalu mereka itu tunduk, kecuali Iblis, ia enggan, dan takabur, dan ia termasuk orang-orang kafir (Al-Baqoroh; 34)
Kesombongan Iblis, menjadikan ia membangkang terhadap perintah Allah, karena ia merasa lebih dahulu dan lebih mulia dibandingkan Adam Iblis berkata " Engkau menciptakan aku dari Api dan Engaku menciptakan Adam dari tanah". Setelah Allah mengutuk Iblis dan menjadikannya termasuk golongan pembangkang, kemudian Allah kembali kembali kepada Adam.
Pada saat itu Adam menjadi mengantuk, dalam keadaan tidak sadar Allah mengambil salah satu dari tulang iga sebelah kirinya dan menambal tempatnya dengan daging, sedangkan Adam tetap dalam keadaan tidur. Lalu Allah menjadikan tulang iganya itu isterinya - yaitu Siti Hawa - berupa seorang wanita yang sempurna agar Adam merasa tenang hidup dengannya. Kemudian Allah berfirman " Hai Adam, diamlah oleh kamu dan isterimu syurga ini, dan makanlah makanannya yang banyak lagi baik di mana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. (Al-Baqoroh:35)
Lalu keduanya digelincirkan oleh syitan dari syurga itu (Al-Baqoroh:36) dengan mendekati dan memakan buah yang dilarang Allah, setelah Nabi Adam dan Siti Hawa tubat dan Allah mengampuni taubatnya, keduanya diturunkan kebumi, sejak itulah Adam dan Siti Hawa menjadi penghuni bumi dan regenerasi terus hingga akhir zaman nanti.
Ayuhal muslimuun
Dari kisah di atas sesungguhnya musuh Nabi adam beserta anak keturunannya termasuk kita semua adalah Iblis mahadiraja para saithan. Tugas kita sebagai khalifah akan terus dihalang-halangi dengan berbagai macam tipu daya syaitan, ketahuilah sesungguhnya tipu daya syaitan itu sangat dahsyat dan luar biasa. Karena kesombongan iblis menjadi tidak suka kepada Adam dan secara khusus telah menyatakan perang kepada Adam. Bahkan iblis rela dirinya menjadi penghuni dan bahan bakar api neraka selama-lamanya dikarenakan ketidak sukaannya kepada Adam. Iblis berjanji untuk menyesatkan Adam beserta anak keturunannya sebanyak-banyaknya untuk menjadi pengikutnya dan menjadi teman di dalam neraka nanti.
Sejak gendang peperangan ditabuh, maka tak henti-hentinya syaitan dengan bujuk rayunya terus menyesatkan anak keturunan adam. Syaitan sangat tau kelemahan manusia, dari sisi kelemahan itulah syetan mausk. Ibarat pertarungan dalam ring tinju maka ada dua orang yang sedang berlaga, tetapi yang mengherankan salah satu di antara dua petinju itu ada yang ditutup matanya, dan satunya lagi terbuka. Apa yang terjadi kemudian, petinju dengan mata terbuka seenaknya mempermainkan petinju satunya dengan mata tertutup, ia akan memukul petinju dengan mata tertutup dari segala penjuru dan dengan mudah akhirnya menumbangkan lawannya. Begitulah kondisi kita dalam peperangan melawan syaitan, sesungguhnya keadaan kita hampir mirip seperti petinju dengan mata tertutup sedangkan syaitan dengan mata terbuka. Saitan dengan mudah masuk keliran darah kita dan membisikkan kedalam hati kita, seolah-olah itu datangnya untuk kebaikan, padahal semua itu adalah jebakan belaka. Allah telah member contoh bagaimana tipu daya syaitan mampu menjerumuskan Nabi Adam dan Isterinya.
Pertarungan antara kedua petinju antara mata tertutup dengan petinju mata terbuka tentu akan dimenangkan petinju dengan mata terbuka, maka dari itu dalam peperangan melawan syaitan mata kita harus terbuka, dengan sendirinya mata kita akan terbuka ketika kita mendekatkan diri kepada Allah. Allah sudah member jaminan itu, bahwa iblis dan syaitan tidak akan mampu menyesatkan hamba-hamba Allah yang pasrah kepada-Nya dan selalu mengingatnya dalam kondisi apapun. Untuk itu Allah mengutus para Nabi dan Rasul dalam rangka member peringatan bagi umatnya. Rasulullah sendiri telahmemberikan kata kuncinya dan berpesan kepada kita untuk tidak meninggalkan dua hal yang apa bila kita terus berpegang tegu pada dua hal tersebut maka tidak akan pernah tersesat selama-lamanya, yaitu Kitabullah Al-Quranul karim dan al Hadits.
WallahuA’lam bissoab.
Kesimpulan:
- Khalifa akan dimintai pertanggung jawaban.
- Khalifah mempunyai tanggung jawab untuk menyeru semua umat manusia untuk bertauhid kepada Allah.
- Misi manusia sebagai khalifah akan dengan sekuat tenaga digagalkan oleh saitan ssebagai musuh utama bagi manusia
- Untuk bisa lepas dari tipu daya saitan manusia harus mendekatkan diri kepada Allah
- Dunia adalah tempat mengemban misi kegagalan mengemban misi didunia adalah kesengsaraan selama lamanya dalam neraka dan keberhasilan mengamban misi di dunia adalah kenikmatan selama-lamanya dalam syurga Allah.
