MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Minggu, 01 September 2019

Tugas Besar Setelah Mi'raj Dalam Sehari Semalam

Baru saja kita telah mi'raj kehadapan Allah SWT (dalam Shalat) saat itu kita telah meneguhkan beberapa ucapan sakral dan agung yang disaksikan Allah langsung kemudian pula disaksikan oleh para malaikat serta apa yang ada di bumi dan langit. Sebuah peneguhan persaksian dan pernyataan teguh, yang di awali dengan Takbir dan diakhiri salam ini, berupa pernyataan bahwa Allah yang Maha Besar, bahwa Allah yang Maha Tinggi Pencipta dan pemilik sekaligus pengatur bumi dan langit beserta isinya. Bahwa kita sebgai hamba Allah satu satunya bukan hamba yang lain. Selain itu juga kita bersamam memohon dan meminta pertolongan dan petunjuk untuk menjalankan tugas utama kita (ibadah) ini, karena dalam pelaksanan tugas berat ini kita tidak ada daya dan upaya untuk menjalankannya tanpa pertolongan dari_Nya. Sekaligus kita meminta perlindungan dari musuh kita bersama yaitu syaiton laknatullah yang akan senantiasa menggoda dan memusuhi kita serta memlaingkan kita dalam menjalankan misi ibadah ini.


Selain pernyataan dan peneguhan serta permohonan kekuatan dan pertolongan tersebut ditas juga kita semua menyataakan sebuah pernyataan besar yang semua itu disaksikannya dihadapan Allah, kemudian para malaikatnya yang pernyataan persaksian tersebut membuat bergetarlah sesisi bumi dan langit. Pernyataa  pengokokohan persyaksian agung ini dengan ucapan syahadat asyahdu anlaa ilaaha Illa Allah Wa asyahadu anna muhammadarrasulullah ... sebuah ikrar agung yang merangkum awal dan akhir exsistensi kita di bumi yakni pernyataan persyakian bahwa kita semata mata menyembah Allah di bumi ini dengan aturan dan ketentua yang di bawa oleh kekasih Allah utusan ALlah Muhammad Rasulullah saw berupa syariat Islam sebuah aturan yang mengakhiri segala syariat serta para nabi dan Rasul ALlah yang pernah di turunkan kebumi ini.

Itulah pertemuan Maha Besar di dunia sebuah pertemuan yang menjadikan kita seseorang yang tidak apa apa niya di sisi Allah swt. Sebeuah pertemuan akbar yang diikuti oleh seluruh makhluk yang beriman dan muslim di bulatan planet bumi galaxi ini.


Dimana setelah pertemuan ini kita membawa pesan pesan besar dan misi agung bersama untuk menjalnkannya. Isi pesan pertemuan Agung tersebut adalah:
  1. Kita telah dan akan terus mengemban amanah untuk memurnikan muahadah (perjanjian tauhid) kita dengan ucapan dua kalimat syahadat yang agung sebagai pernyataan pengokohan status kita dihadapan Allah  SWT sebagai hambanya dan bukan hamba siapapun di bumi ini. Sehingga kita menjadi hamba yang merdeka secara hakiki dari segala penjajahan lahir maupaun batin serta keteriktan dan ketundukan pada selain Allah. Dengan persyaksian yang di ulang ualangi ini pula mengemban tugas besar untuk senantiasa menjungjung tinggi dan memperjuangkan kalimatullah dua kalimat syahadat agar menjadi satu satunya kalimat tertinggi dan satu-satunya perjuangan seorang beriman dan muslim selama hidupnya hingga kematian menjemptnya. Tugas ini dijalnkan melalui sebauh amal Dakwah sebagaimana yang telah dicontohkan Baginda Rasulullah Muhammad SAW.
  2. Megemban amanah besar unuk mewujudkan persatuan dan kesatuan kaum Muslim sedunia dalam sebuah kepemimpinan Islam (khilafah) yang tunggal yang di angkat (dibai'at) untuk menerapkan syariat Allah., Alquran dan assunnah secara totalitas di bumi ini. Kewajiban ini harus terus menerus di opinikan agar kaum muslimin yang lain yang lupa atau mungkin tidak tahu jadi sadar bahwa kita ini memiliki tugas bersama yang dengan adanya institusi islam ini, umat Islam secara formal dan totalitas dapat menerapkan syariat Allah di bumi ini sebagai tuntutan dari persyasian dua kalimat syahadat tersebut dan poin satu diatas.
  3. Mengemban amanah sebagai Khairu ummah di tengah tengah manusia di bumi ini.  Ini artinya kita mengemban amanah besar (sebagai satu satunya umat terbaik di bumi) untuk melakukan tugas besar berupa: menyeru kepada yang makruf (Islam) dan mencegah dari kemungkaran kecil atauun besar (berupa diterapkannya sistem hukum jahiliyah) dan  menyeru kepada manusia agar senantiasa  memegang teguh dan menetap selamanya dalam beriman kepada Allah SWT yang Maha Ahad. Tentunya amanah ini pelaksanaanya dilakukan baik secara personal (Fardiyah) kita sebagi muslim, ataupun secara formal berjama'ah (Jam'iyyah) dalam sebuah institusi tunggal kepemimpinan Islam melalui dakwah dan jihad, sehingga manusia dapat berskasi terhadap satu kalimat tayyibah, kalimat tauhid laa ilaha Illa Allah dan dilanjutkan dengan syahadat muhammadarrasulullah. Dengan inilah manusia diseru agar sadar dan menyadari tugas keberadaanya di muka bumi ini semat untuk menjalankan tugas ibada kepada ALlah semata yang ahad dengat tanpa enyekutukannya desangan sesuatu apapun selainnya.

Itulah tiga perkara besar yang di embankan kepada kita dari Allah SWT setelah kita menghadap -Nya sehari emalam dalam lima waktu.

Setelah ini kepada siapa saja yang telah membaca atu mendengarnya dapat  bergerak bersama menjalankannya serta menyebarkannya lagi kepada yang belum mengetahuinya.

Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label