Menerima Tugas Dakwah Imbalannya Surga mereka kekal didalamnya
Allah SWT berfirman dalam Al Quran surat Al Ankabuut ayat 58 : "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, sesungguhnya akan Kami tempatkan mereka pada tempat-tempat yang tinggi di dalam syurga, yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Itulah sebaik-baik pembalasan bagi orang-orang yang beramal" [lihat tafsirnya klik disini]
Salah satu dari sekian banyak amal shaleh adalah amal shaleh mengeban kewajiban berdakwah. Apa itu berdakwah? Dan bagaiman cara melaksanakannya serta apa keuntungannya bagi yang menjalankannya? Serta apa kerugiannya bagi yang melalaikan tugas dakwah ini?
Dakwah adalah merupakan tugas suci para Nabi dan Rasul. Meski kedudukan kita sebagai umatnya tidak bisa menyami kedudukan para Nabi dan Rasul, akan tetap kita bisa menyerupai amalan nya orang orang yang dekat dengan nabi dan Rasul Muhammad SAw yakni para shahabat Ra. Bahkan kita bisa melampau dalam level tinggi pahala 50 kali pahala dibanding para sahabat jaman Rasul jika kita istiqomah. Merekalah para shahabat sebagai teladan dan pigur atau contoh bagaimana menjalankan kewajiban dakwah ini sebagaimana yang dijalankan Rasul dan sahabat dalam menyebarkan risalan( ( Din) Islam ini.
Apa itu Tugas Dakwah?
Dakwah yaitu amal untuk menyeru manusia kepada jalan Islam di mulai dengan menyeru untuk memurnikan tauhid kepada Allah dalam bentuk ibadah tanpa menyekutukan -Nya.
Isi tema seruan dakwah
Dengan apa menyeru mereka untuk mentauhidkan Allah? Yaitu dengan menyeru mereka kepada dua kalimat persyaksian yaitu ayshadu anlaa ilaaha illallah Wa asyahduanna muhammadarrasulullah. Setelah itu kewajiban mereka melaksanakan tuntutan dua kalimat syahadat yang telah mereka ucapkan yaitu menjalankan syariat Islam secara totalitas sepanjang masa dalam setiap aspek bidang kehidupannya.
Tugas Utama Para Nabi dan Rasul
Itulah tugas dakwah agar semua orang mau mempersaksikan dua kalimat syahadat ini karena dengan seruan kepada dua kalimat syahadat inilah tugas utama dan inti dakwah Islam sebagai mana yang dilakukan oleh Nabi dan Rasul keseluruhan.
Apa imbalan bagi yang menjalankan tugas dakwah ini?
Jelas. Sebagaimana dalam QS Al ankabut diatas Bahwa, imbalan orang yang beriman dan beramal shaleh adalah Surganimabannya dan mereka akan kekal hidup di dalmnya.
Akan Mendapat pahala jariyah yang besar. Pahala jariyah itu pahala yang akan didapat terus menerus (mengalir) meskipun kita telah meninggal dunia. Sabda Rasulullah saw kepada Ali bin Abi Thalib: “Demi Allah, sesungguhnya Allah swt menunjuki seseorang dengan (dakwah)mu maka itu lebih bagimu dari unta merah.” (Bukhari, Muslim & Ahmad).
KUTAMAAN BERDAKWAH
Mengikuti tugas utama Rasul
Sebaik-baiknya amalan
Mendapat pahala jariyah yang besar
Menyelamatkan dari azab dunia
dan pertanggung jawaban akhirat
Jalan menuju khairu ummah
Juga Rasulullah bersabda lagi dalam hadisnya:
“Barangsiapa yang mengajak pada petunjuk, maka ia akan mendapat pahala orang yang mengikutinya, yang demikian itu tanpa mengurangi pahala mereka sedikitpun” (HR. Muslim no. 2674)
Maka dengan demikian tugas menjalankan misi suci ini yakni berdakwah kepada Islam dengan mengajak kepada mentauhidkan Allah dalam beribadah, adalah merupakan amalan shaleh yang keutamaannya sangat besar, pahalanya juga sangat besar berupa ampunan dan Suga Allah SWT.
Mau atau Tidak Kita Wajib Mengemban Tugas dakwah ini dan ada dua pilihan yang bisa dipilih, Menerima atau Menolak
AKIBAT MENOLAK KEWAJIBAN DAKWAH
- TIDAK AKAN DITERIMA DOA'NYA
- AKAN MENERIMA ADZAB YANG MERATA MESKI KITA SOLEH KARENA DIAM KITA TERHADAP KEMUNGKARAN DI SEKELILING KITA
Jadi maukah anda menjalankan tugas suci misi nya nabi kita Muhammad Rasulullah Saw? Apalagi kita umatnya yang telah di Bebani tugas untuk meneruskan pengembanan misi suci nabi kita Muhammad. Mau tidak mau tetap kita wajib melakukannya. Karena karena bagi kita hanya ada dua pilihan MAJU (menerima) atau MUNDUR (menolak) MAJU jelas surga imbalannya, MUNDUR jelas NERAKA balasannya.
Di dalam sebuah hadits diceritakan, bahwasanya
ุญَุฏَّุซََูุง ُูุชَْูุจَุฉُ ุญَุฏَّุซََูุง ุนَุจْุฏُ ุงْูุนَุฒِูุฒِ ุจُْู ู
ُุญَู
َّุฏٍ ุนَْู ุนَู
ْุฑِู ุจِْู ุฃَุจِู ุนَู
ْุฑٍู ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุงْูุฃَْูุตَุงุฑِِّู ุนَْู ุญُุฐََْููุฉَ ุจِْู ุงَْููู
َุงِู ุนَْู ุงَّููุจِِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َูุงَู َูุงَّูุฐِู َْููุณِู ุจَِูุฏِِู َูุชَุฃْู
ُุฑَُّู ุจِุงْูู
َุนْุฑُِูู ََููุชَََُّْูููู ุนَْู ุงْูู
َُْููุฑِ ุฃَْู َُูููุดََِّูู ุงَُّููู ุฃَْู َูุจْุนَุซَ ุนََُْูููู
ْ ุนَِูุงุจًุง ู
ُِْูู ุซُู
َّ ุชَุฏْุนَُُููู ََููุง ُูุณْุชَุฌَุงุจُ َُููู
ْ َูุงَู ุฃَุจُู ุนِูุณَู َูุฐَุง ุญَุฏِูุซٌ ุญَุณٌَู ุญَุฏَّุซََูุง ุนَُِّูู ุจُْู ุญُุฌْุฑٍ ุฃَุฎْุจَุฑََูุง ุฅِุณْู
َุนُِูู ุจُْู ุฌَุนَْูุฑٍ ุนَْู ุนَู
ْุฑِู ุจِْู ุฃَุจِู ุนَู
ْุฑٍู ุจَِูุฐَุง ุงْูุฅِุณَْูุงุฏِ َูุญَُْูู
“Demi Dzat Yang jiwaku ada di dalam genggaman tanganNya, sungguh kalian melakukan amar makruf nahi ‘anil mungkar, atau Allah pasti akan menimpakan siksa; kemudian kalian berdoa memohon kepada Allah, dan doa itu tidak dikabulkan untuk kalian.” [HR. Turmudziy, Abu ‘Isa berkata, hadits ini hasan]
Bahkan, Allah swt mengancam siapa saja yang meninggalkan dakwah Islam, atau berdiam diri terhadap kemaksiyatan dengan “tidak terkabulnya doa”. Bahkan, jika di dalam suatu masyarakat, tidak lagi ada orang yang mencegah kemungkaran, niscaya Allah akan mengadzab semua orang yang ada di masyarakat tersebut, baik ia ikut berbuat maksiyat maupun tidak.
Rasulullah saw pernah bersabda:
ุฅَِّู ุงََّููู ุนَุฒَّ َูุฌََّู َูุง ُูุนَุฐِّุจُ ุงْูุนَุงู
َّุฉَ ุจِุนَู
َِู ุงْูุฎَุงุตَّุฉِ ุญَุชَّู َูุฑَْูุง ุงْูู
َُْููุฑَ ุจََْูู ุธَْูุฑَุงَِْูููู
ْ َُููู
ْ َูุงุฏِุฑَُูู ุนََูู ุฃَْู ُِْูููุฑُُูู ََููุง ُِْูููุฑُُูู َูุฅِุฐَุง َูุนَُููุง ุฐََِูู ุนَุฐَّุจَ ุงَُّููู ุงْูุฎَุงุตَّุฉَ َูุงْูุนَุงู
َّุฉَ
“Sesungguhnya Allah tidak akan mengadzab orang-orang secara keseluruhan akibat perbuatan mungkar yang dilakukan oleh seseorang, kecuali mereka melihat kemungkaran itu di depannya, dan mereka sanggup menolaknya, akan tetapi mereka tidak menolaknya.
Bagaimana Cara Menjalankan Dakwah?
Sudah Banyak nash-nash syariat yang menyebutkan kewajiban dakwah bagi setiap individu Mukmin. Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah saw bersabda:
ุนَْู ุนَุจْุฏِ ุงَِّููู ุจِْู ุนَู
ْุฑٍู ุฃََّู ุงَّููุจَِّู ุตََّูู ุงَُّููู ุนََِْููู َูุณََّูู
َ َูุงَู ุจَِّูุบُูุง ุนَِّูู ََْููู ุขَูุฉً
“Dari ‘Abdullah bin ‘Umar ra dituturkan, bahwasanya Rasulullah saw bersabda, “Sampaikanlah dariku walaupun satu ayat.”[HR. Bukhari]
ู
َْู ุฑَุฃَู ู
ُِْููู
ْ ู
َُْููุฑًุง َُْูููุบَِّูุฑُْู ุจَِูุฏِِู َูุฅِْู َูู
ْ َูุณْุชَุทِุนْ َูุจِِูุณَุงِِูู َูุฅِْู َูู
ْ َูุณْุชَุทِุนْ َูุจَِْููุจِِู َูุฐََِูู ุฃَุถْุนَُู ุงْูุฅِูู
َุงِู
“Siapa saja yang melihat kemungkaran hendaknya ia mengubah dengan tangannya. Jika dengan tangan tidak mampu, hendaklah ia ubah dengan lisannya; dan jika dengan lisan tidak mampu maka ubahlah dengan hatinya; dan ini adalah selemah-lemah iman.” [HR. Muslim]
Ingat ingat kembali janji AllahIngat ingat dan baca lagi ayat tersebut di awal, bahwa kita akan mendapat Suga dan kita akan masuk d idalmmnya kekal selama lamanya, Karen sungguh tugas Dakwah merupakan Amal shaleh yang hanya kan di upayakan dijalankan oleh mereka orang yang telah beriman kepada Allah, Alquran dan Rasul-Nya. Allah SWT telah menegaskan, mengukuhkan dan menetapkan seraya berfirman:
"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke dalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah yang lebih benar perkataannya dari pada Allah ?" (Qs. An Nisaa ayat 122)
