Dari Anas bin Malik, Rasulullah SAW bersabda:
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
Akan datang pada manusia suatu zaman di mana orang yang bersabar dalam agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.(HR. Tirmidz, Al-Fitan: 2361).
Namun demikian Rasulullah SAW menghibur umatnya yang kelak akan memasuki zaman ini bahwa mereka akan dijanjikan pahala yang sangat besar bila mau bersabar. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat:
Dari Abu Umaiyyah Asy-Sya‘bani, dia berkata, “Aku pernah menemui Abu Sya‘labah Al-Khusyani untuk bertanya, ‘Bagaimana pendapatmu mengenai ayat ini?’ Dia bertanya, ‘Ayat yang mana?’ Maka aku pun membaca ayat, ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi madharat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk. (Al-Mâ’idah:105).’ Maka dia pun menjawab, ‘Demi Allah, engkau telah menanyakannya kepada orang yang ahli tentangnya. Aku pernah menanyakan makna ayat ini kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau bersabda,
بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ
‘Teruskanlah untuk selalu melakukan amar makruf nahi munkar hingga engkau akan menyaksikan kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diperturutkan, kehidupan dunia yang diutamakan, serta orang-orang yang terpesona terhadap berbagai pendapat yang dikeluarkannya. Hendaknya kamu hanya bergaul dengan orang-orang yang searah denganmu dan jauhilah orang-orang yang awam. Sebab setelah zamanmu itu akan datang suatu zaman penuh cobaan di mana orang yang memegang teguh agamanya ibarat menggenggam bara api. Ketahuilah, saat itu orang yang terus berusaha untuk memegangi agamanya maka pahalanya sama dengan 50 orang yang juga melakukan hal yang sama dari kalian’.” (Kemudian, Abdullah bin Mubarak berkata, “Orang selain Utbah menambahkan riwayat ini dengan redaksi: ‘Apakah yang 50 kali itu dari generasi kami kami atau generasi mereka?’ Rasulullah saw, ‘Untuk mereka’.”) (HR. Abu Dawud, Al-Malahim: 4319).
Hadits ini secara jelas mengindikasikan adanya perubahan zaman, kerusakan penduduknya, banyaknya fitnah yang membinasakan, berbagai macam musibah serta ujian yang akan ditimpakan di akhir zaman kepada para kekasih Allah. Saat itu tiada lagi orang yang teguh dalam memegang agama dan ajaran agamanya melainkan orang-orang yang diberi kesabaran yang tinggi. Seperti orang yang tidak kuat memegang bara api, seperti itulah sulitnya berpegang teguh kepada ajaran agama.
Mereka itu orang-orang yang akan mendapatkan pahala yang amat besar dari Allah sebagai balasan atas keteguhan mereka dalam memegang agamanya, sampai pada batas dilipatgandakan pahala mereka di ayyamush shabr (hari-hari kesabaran) 50 kali lipat dari pahalanya para sahabat.
Mengenai keunggulan mereka ini, dalam atsar yang lain disebutkan bahwasanya para sahabat itu mempunyai berbagai faktor pendukung dalam kebaikan. Sedangkan At-Thaifah Al-Manshurah tidak mempunyai berbagai sarana pendukung dalam kebaikan. Maksud sarana pendukung di sini adalah keberadaan Rasulullah saw di tengah-tengah para sahabat dan wahyu pun masih turun. Inilah sarana pendukung paling urgent yang menjadi kekhususan para sahabat sebagaimana yang diisyaratkan Nabi saw dalam sabda beliau:
طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي ثُمَّ طُوبَى ثُمَّ طُوبَى ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي
Beruntunglah orang yang pernah bertemu denganku kemudian dia beriman.Kemudian beruntunglah.beruntunglah, dan beruntunglah orang yang belum pernah melihatku tetapi dia tetap beriman kepadaku.( HR. Ahmad, Al-Musnad: 3/87, 11679)
Nubuat di atas memang bernada ancaman dan peringatan, namun di dalamnya juga mengandung bisyarah / kabar gembira yang menakjubkan. Jika di masa itu Allah mengkaruniakan kita kesabaran, maka itulah zaman dimana kita akan menuai kebajikan 50 kali lipat generasi para sahabat. Semoga Allah menyelamatkan kita dari beratnya ujian di akhir zaman.
يَأْتِي عَلَى النَّاسِ زَمَانٌ الصَّابِرُ فِيهِمْ عَلَى دِينِهِ كَالْقَابِضِ عَلَى الْجَمْرِ
Akan datang pada manusia suatu zaman di mana orang yang bersabar dalam agamanya bagaikan orang yang menggenggam bara api.(HR. Tirmidz, Al-Fitan: 2361).
Namun demikian Rasulullah SAW menghibur umatnya yang kelak akan memasuki zaman ini bahwa mereka akan dijanjikan pahala yang sangat besar bila mau bersabar. Hal itu sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah riwayat:
Dari Abu Umaiyyah Asy-Sya‘bani, dia berkata, “Aku pernah menemui Abu Sya‘labah Al-Khusyani untuk bertanya, ‘Bagaimana pendapatmu mengenai ayat ini?’ Dia bertanya, ‘Ayat yang mana?’ Maka aku pun membaca ayat, ‘Hai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian, tiadalah orang yang sesat itu akan memberi madharat kepada kalian apabila kalian telah mendapat petunjuk. (Al-Mâ’idah:105).’ Maka dia pun menjawab, ‘Demi Allah, engkau telah menanyakannya kepada orang yang ahli tentangnya. Aku pernah menanyakan makna ayat ini kepada Rasulullah SAW. Maka, beliau bersabda,
بَلْ ائْتَمِرُوا بِالْمَعْرُوفِ وَتَنَاهَوْا عَنْ الْمُنْكَرِ حَتَّى إِذَا رَأَيْتَ شُحًّا مُطَاعًا وَهَوًى مُتَّبَعًا وَدُنْيَا مُؤْثَرَةً وَإِعْجَابَ كُلِّ ذِي رَأْيٍ بِرَأْيِهِ فَعَلَيْكَ بِخَاصَّةِ نَفْسِكَ وَدَعْ الْعَوَامَّ فَإِنَّ مِنْ وَرَائِكُمْ أَيَّامًا الصَّبْرُ فِيهِنَّ مِثْلُ الْقَبْضِ عَلَى الْجَمْرِ لِلْعَامِلِ فِيهِنَّ مِثْلُ أَجْرِ خَمْسِينَ رَجُلًا يَعْمَلُونَ مِثْلَ عَمَلِكُمْ
‘Teruskanlah untuk selalu melakukan amar makruf nahi munkar hingga engkau akan menyaksikan kekikiran yang ditaati, hawa nafsu yang diperturutkan, kehidupan dunia yang diutamakan, serta orang-orang yang terpesona terhadap berbagai pendapat yang dikeluarkannya. Hendaknya kamu hanya bergaul dengan orang-orang yang searah denganmu dan jauhilah orang-orang yang awam. Sebab setelah zamanmu itu akan datang suatu zaman penuh cobaan di mana orang yang memegang teguh agamanya ibarat menggenggam bara api. Ketahuilah, saat itu orang yang terus berusaha untuk memegangi agamanya maka pahalanya sama dengan 50 orang yang juga melakukan hal yang sama dari kalian’.” (Kemudian, Abdullah bin Mubarak berkata, “Orang selain Utbah menambahkan riwayat ini dengan redaksi: ‘Apakah yang 50 kali itu dari generasi kami kami atau generasi mereka?’ Rasulullah saw, ‘Untuk mereka’.”) (HR. Abu Dawud, Al-Malahim: 4319).
Hadits ini secara jelas mengindikasikan adanya perubahan zaman, kerusakan penduduknya, banyaknya fitnah yang membinasakan, berbagai macam musibah serta ujian yang akan ditimpakan di akhir zaman kepada para kekasih Allah. Saat itu tiada lagi orang yang teguh dalam memegang agama dan ajaran agamanya melainkan orang-orang yang diberi kesabaran yang tinggi. Seperti orang yang tidak kuat memegang bara api, seperti itulah sulitnya berpegang teguh kepada ajaran agama.
Mereka itu orang-orang yang akan mendapatkan pahala yang amat besar dari Allah sebagai balasan atas keteguhan mereka dalam memegang agamanya, sampai pada batas dilipatgandakan pahala mereka di ayyamush shabr (hari-hari kesabaran) 50 kali lipat dari pahalanya para sahabat.
Mengenai keunggulan mereka ini, dalam atsar yang lain disebutkan bahwasanya para sahabat itu mempunyai berbagai faktor pendukung dalam kebaikan. Sedangkan At-Thaifah Al-Manshurah tidak mempunyai berbagai sarana pendukung dalam kebaikan. Maksud sarana pendukung di sini adalah keberadaan Rasulullah saw di tengah-tengah para sahabat dan wahyu pun masih turun. Inilah sarana pendukung paling urgent yang menjadi kekhususan para sahabat sebagaimana yang diisyaratkan Nabi saw dalam sabda beliau:
طُوبَى لِمَنْ رَآنِي وَآمَنَ بِي ثُمَّ طُوبَى ثُمَّ طُوبَى ثُمَّ طُوبَى لِمَنْ آمَنَ بِي وَلَمْ يَرَنِي
Beruntunglah orang yang pernah bertemu denganku kemudian dia beriman.Kemudian beruntunglah.beruntunglah, dan beruntunglah orang yang belum pernah melihatku tetapi dia tetap beriman kepadaku.( HR. Ahmad, Al-Musnad: 3/87, 11679)
Nubuat di atas memang bernada ancaman dan peringatan, namun di dalamnya juga mengandung bisyarah / kabar gembira yang menakjubkan. Jika di masa itu Allah mengkaruniakan kita kesabaran, maka itulah zaman dimana kita akan menuai kebajikan 50 kali lipat generasi para sahabat. Semoga Allah menyelamatkan kita dari beratnya ujian di akhir zaman.
