MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Kamis, 11 Juli 2019

Setiap Muslim Layak Mengemban Misi ini karena semua tertaklif sebagai manusia

Anda sangat layak untuk mengemban tugas Kerasulan  ini meski banyak kekurangan


Mungkin kita pernah bertanya-tanya dalam hati, apa saya ini layak untuk mengemban dakwah? Apakah saya ini pantas untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah saw? Apakah  saya ini cocok untuk menjadi pilihan Allah. Padahal saya ini orang bodoh, tidak berpendidikan tinggi, banyak dosa, hanya orang biasa, dan tidak mempunyai kelebihan apapun. Apa saya ini layak?



Jika pertanyaan-pertanyaan tersebut ada di hati anda, maka justru anda itulah orang yang paling layak untuk melanjutkan tugas menyampaikan risalah yang di bawah rasululullah saw. Dan sebaliknya orang yang merasa paling pandai, paling suci, merasa paling kaya, dan merasa tidak butuh apa-apa lagi, mereka justru tidak layak untuk mengemban risalah islam ini. Orang yang sombong, keras kepala, dan merasa bisa segala-galanya tidak layak untuk mengemban perjuangan suci ini.

Sahabat ku ... yang tahu tentang kita adalah Allah. Dan dialah yang paling tahu siapa diatara hamba-Nya yang paling sanggup untuk mengemban tugas besar ini dan siapa yang tidak. Bukankah Allah SWT telah berfirman, "Maka janganlah diri kalian merasa yang paling suci, sebab dialah yang paling mengetahui siapa orangnya yang paling takwa."(Qs. An Najm [53]:32)?

Untuk berdakwah atau melanjutkan misi Rasulullah tidak dipersyaratkan harus menghapal al Quran seluruhnya atau menguasai kitab shahih bukhari muslim terlebih dahulu.

Untuk berjuang kita tidak harus menjadi malaikat  terlebih dahulu. Jika yang boleh dakwah harus menunggu jadi malaikat, maka tidak ada orang yang berdakwah. Sebab tidak akan peranah ada manusia yang jadi malaikat atau sebaliknya. Manusia adalah manusia. Malaikat adalah malaikat. Memang sudah menjadi tabiatnya jika manusia sering berbuat salah atau lupa.. Sudah sifatnya manusia memiliki sifat serba kekurangan. Akan tetapi, semua itu tidak menghalangi seseorang untuk dapat berdakwah dan beramal shaleh.

Untuk menlanjutkan misi dan perjuangan Rasulullah SAW juga tidak harus jadi serjana atau gelar doktor terlebih dahulu. Juga tidak dipersyaratkan harus lulus pondok pesantren. Sekolah islam atau yang lain. Jika anda perhatikan shahabat Rasulullah saw, justru tidak ada yang lulusan perguruan tinggi atau pondok pesantren. Bukankah bilal bin Rabah hanya seorang budak?

Untuk berjuang memperbaiki masyarakat jahiliyah menjadi masnyarakat yang disinari cahaya ilahi juga tidak harus orang yang sudah mapan. Bahkan, orang yang sudah mapan, biasanya justru merasa takut untuk melakukan "hal-hal yang besar" yang beresiko. Mereka biasanya hanya melakukan rutinitas dengan mengulang-ulang aktivitas.  "rendahan". Mereka biasanya  biasa malas berfikir keras dan kreatif. Meski bnayak juga orang yang papan ikut berjuang untuk melanjutkan perjuangan Rasulullah tanpa merasa takut sedikitpun. Dan begitulah seharusnya. Kemapanan mestinya tidak menghalangi lagi seseorang untuk berjuang, bahkan seharusnya menjadi pendorong untuk berbuat baik lebih bnayak.

Untuk berjunag sebagaimana shahabat rasulullah, tidak harus berusia tua, berjenggot panjang, dan berpakaian jubah. Anda masih ABG dan imut-imut juga layak menjadi para shahabat Rasulullah. Bukankah para shahabat Rasulullah juga banyak yang usianya masih  muda belia? Ali bin Abi Thalib berusia 8 tahun. Jubair bin Awwam berusia 8 tahun. Thalhah bin Ubaidillah berusia 11 tahun. Arqam bin Abil Arqam berusia 12 tahun. Sa'ad bin Abi Waqas berusia 17 tahun. Dan shahabta-shahabat lain juga masih sangat belia.

Sementara bagi yang sudah tua juga layak ikut berdakwah melanjutkan perjuangan Rasulullah. Sebab, perubahan masyarakat tidak monopoli anak muda. Bahkan orang yang sudah tua semestinya lebih bersemangat agar sisa hidupnya digunakan untuk lebih mendekat kepada Allah dengan menyebarkan risalah-Nnya.

PEMAHAMAN BAHAWA PENGEMBAN DAKWAH HARUS ORANG PINTAR, SUCI, HAFAL ALQUR'AN, BERPENDIDIKAN TINGGI DAN LAIN-LAIN, MERUPAKAN PEMAHAMAN YANG PATUT DIREVISI. APAPUN KEADAAN KITA, BAGAIMANAPUN SUASANA HATI KITA, BERAPAPUN TINGKAT INTELEKTUALITAS KITA, APAPUN PEKERJAAN KITA, BERAPAPUN UMUR KITA, DAN APAPUN TINGKAT PENDIDIKAN KITA, MAKA KITA TETAP LAYAK UNTUK BERJUANHG MENEGAKKAN ISLAM. BAHKAN TIDAK SEKEDAR LAYAK, TETAPI PERJUANGAN ITU ADALAH KEHARUSAN DAN TANGGUNG JAWAB KITA SEMUA.

Namun bukan berarti kita berhenti dengan keadaan tersebut dan tak mau lagi meningkatkan kualitas diri. Seharusnya apapun keadaan kita, kita tetap berdakwah menjadi agen misi suci ini. Nah sembari berdakwah kita harus berusaha menambah saqafah dan pemahaman kita serta meningkatkan kualitas diri kita secara terus menerus MELALUI KHALAQAH ISLAM. Begitulah yang di lakukan para shahabat Rasulullah saw selama dalam perjuangannya.

Jika pada awalnya kita sering berbuat dosa, maka saat kita berdakwah harus berusaha untuk meninggalkannya. Insya Allah dengan berdakwah, Allah akan mempermudah kita untuk meninggalkan perbuatan-perbuatan dosa karena adanya motivasi internal dan tanggung jawab terhadap apa yang kita sampaikan.

Bukanklah kita hendak memperbaiki masnyarakat? Bukankah kita adalah bagian dari masnyarakat? Maka sudah semestinya kita juga harus selalu memperbaiki diri kita sebagai bagian dari masyarakat.

JADI ANDA SANGAT LAYAK UNTUK MELANJUTKAN PERJUANG RASULULLAH INI. lalu apa , seperti apa dan bagaimana keutamaan misi ini.

Blog Post

Related Post

Mohon maaf, belum ada postingan.

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label