Saudaraku ... kehidupan ini laksana panggung sandiwara. Disana dimainkan berbagai peran. Dipanggung itu selalu terjadi pergulatan antar kebaikan dan kejahatan; keadilan dan kezdaliman; keimanan dan kekufuran.
Terjadinya pergulatan adalah sesuatu yang alami dan sudah menjadi sunatullah dalam kehipuan ini. Sebab memang seperti itulah dunia diciptakan. Mengharap dunia yang datar tanpa ada dinamika dan pergulatan, merupakan harapan utopis yang barangkali hanya ada pada dongeng. Bahkan dalam dongeng sekalipun, selalu ada dinamika dan pergulatan.
Dalam pergulatan itu sering terjadi pergiliran dominasi dan kemenangan. Seringkali yang benar "menang" dan yang jahat kalah. Kadang yang terjadi justru sebaliknya yang benar "kalah" dan yang jahat "Menang". hari-hari kemengan itu ibarat roda, berputar terus. kadang dibawah kadang di atas. Demikianlah sunatullah yang berlaku di dunia ini. "Dan hari-hari kemenangan itu kami pergilirkan diantara manusia"(Qs.Ali-Imran [3]:140).
Namun akhir dari pergulatan itu selalu dimenangkan yang benar, meskipun proses menuju kemenangan itu seringkali sangat panjang, berliku-liku dan disertai perjuangan yang mengharukan. , "Dan katakanlah: kebenaran telah datang dan kebatilan telah lenyap. Sesunggunhnya kebatilan itu pasti alan lenyap."(Qs.A Ira[17]:81).
Ketika kekufuran ini mendominasi, dunia akan kacau. Dunia akan porak poranda. Nafsu manusia jadi liar. Manusia kehilangan rasa kemanusiaanya. Jiwa manusia semakin kering. Tetesan embun kedamian menjadi kering. KEDZALIMAN, KEBEJATAN, DAN KEMUNAFIKAN SERTA KEKUFURAN DI PERTONTONKAN. Anak-anak yang tak berdosa di bantai dengan sadis, orang-orang lemah di dzalimi, dan wanita-wanita di perkosa. Manusia memakan manusia. Tangisan dan jeritan terdengar dimana-mana. Kegelisahan dan ketakutan serta keputus asa-an menyelimuti kehidupan manusia. Tatanan Tuhan dan syariat-Nya yang agung di jungkir-balikan.
Di saat kekufuran dan kedzaliman berada dalam kemenangan seperti sekarang ini, apa yang mesti dilakukan oleh orang-orang yang masih memiliki kesadaran, nurani. dan keimanan? Ya, mereka harus berani mengambil "keputusan besar". Mereka harus berani mengambil inisiatif untuk menyadarkan manusia yang sudah kehilangan kesadaran, kemudian mengajak mereka bersama-sama untuk melakukan perubahan. Mereka harus berusaha seoptimal mungkin untuk merevolusi kekufuran dan kedzaliman sampai ke akar-akarnya.
Kekufuran dengan berbagai bentuknya, baik yang klasik berupa; paganisme, animisme, dinamisme, atau yang moderen seperti kapitalisme, nasuinalisme, demokrasi dan sosialisme, semua harus didekontruksi. Kemudian dibangun kembali dengan pondasi keimanan yang darinya akan memancarkan sistem kehidupan yang membawa kebahagiaan dan keadilan, yaitu syariat-Nya yang agung. Inilah "proyek besar", yakni perubahan sosial secara fundamental.
Namun gerakan penyadaran dan perubahan ini bukanlah pekerjaan yang ringan. Hambatan, berbabagai rintangan dan berbagai tantangan telah menunggu di depan mata. Karena pada saat itu energi kejahatan akan dikerahkan untuk membendung energi kebaikan yang akan mengubahnya. Orang-orang yang sudah terlanjur menikmati "sistem jahat" tidak akan pernah rela dengan perubahan. Mereka akan berusaha dengan segenap kekuatannya untuk membungkan gerakan perubahan ini. Meeka tidak akan membiarkan ada yang mengganggu singgasananya. Dan mereka akan menghalalkan segala cara agar kejahatan yang mereka lakukan tak ada yang mengusik.
Oleh karena itu, gerakan penyadaran dan perubahn ini harus sadar bahwa berbagai macam hambatan, ujian dan tantangan, dan benturan merupakan kemestian yang tak terhindarkan.
Namun harus dipahami juga, bahwa kekufuran dan kedzaliman pasti akan kalah. Gerakan penyadaran dan perubahan ini pasti akan memperoleh kemenangan, selama mereka konsisten mengikuti petunjuk yang diturunkan oleh Allah swt dan selama mereka selalu meminta suplai energi-Nya.
Begitulah akhirnya kebenaran akan selalu menang. Kebenaran akan kembali mendominasi. Dunia akan disinari dengan cahaya Islam. Kehidupan akan dipenuhi kebahagiaan. Senyuman akan kembali menghiasi wajah umat manusia. Khilafah Rasyidah akan kembali tegak. Panji laa ilaaha illallAllah Muhammadarrasululah akan kembali berkibar menghiasi angkasa. Semua itu terjadi, dengan ijin Allah SWT.
"Adapun buih itu akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya. Adapun yang memberi manfaat kepada manusia, maka ia akan kokoh di bumi." (Qs. Ar Ra'du [13]:17).
