MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Selasa, 30 Juli 2019

Misi Hidup Manusia Muslim Di Bumi

UPAYA MENYADARKAN KEMBALI KEWAJIBAN BERSAMA SEBAGAI MANUSIA UNTUK MENGEMBAN MISI BESAR DI MUKA BUMI


Misi hidup manusia Muslim di bumi - Keberadaan manusia di bumi percis seperti tugas astronot di ruang angkasa. Terlebih lebih manusia muslim yang dimanahi Allah dan dibwri presikat Khairu ummah ini untuk menjaga bumi ini dari kerusakan, Pengembanan amanah misi ini sebuah tugas dari tuan (Allah SWT) sebagai pencipta, penguasa dan pemilik sekaligus pengatur lahan (Bumi-planet galaxy) ini.

Misi manusia di bumi



Pemilik lahan (tuan) menghendaki bumi ini disemai dan ditanami serta disuburkan dengan tumbuhan tumbuhan kemakmuran di berbagai sisi berupa pelaksanaan aturannya secara total. Tentunya penerapan ini baik Sisi alam dan sisi manusianya. Kedua sisi ini harus sejalan sinergi saling melengkapi. Dan di atur oleh sebuah aturan yang telah Allah SWT ciptakan berupa aturan syariat Islam yang pernah di emban oleh umat-umat dan nabi serta Rasul sebelum kita.

Estapeta pengembangan misi hidup manusia di bumi ini harus terus berlanjut hingga keakhirnya. Hingga kita sat dijemput pemilik alama semesta ini. Terlepas apakah kita sudh final pengembanan misis ini ataupun tidak. Karen sungguh Allah SWT menguji dengan perintahnya dan menguji kita pada ketaan kepadanya.

Lalu apa sebenarnya hakikat pengembangan misi hidup manusia di bumi ini? Syeikh Abul 'ala al Maududi menjelaskan dalam sebuah kitabnya Bahwa keberadaan manusia di bumi ini adalah semata mata mengemban tugas untuk IBADAH. Hal ini sudah ditegaskan dalam firman Allah SWT sebagaimana yang tercantum dala alQuran surat adzariyat:

"Dan tidaklah aku menciptakan jin dan manusia kecuali supaya beribadah kepadaku" (Qs.Adzariyat [51]: 56).

Arti kata ibadah yang tercantum di ayat diatas adalah : secara bahasa kata Ibadah, diambil dari kata dasar 'abid. Yaitu hamba atau pelayanan.

Tugas seorang 'abid atau pelayan adalah taat tunduk patuh pada semua perintah Tuannya. Jadi ketaatan, kepatuhan dan ketundukan seorang pelayan, seorang abid adalah itu namanya penghambaan, atau ibadah kalau secara bahasa.

Kalau secara istilah ibadah adalah: ketaatan, kepatuhan dan ketundukan kita sebagai hamba Allah pada semua aturan-Nya baik lahir maupun bati disetiap saat sepanjang hidup dalam berbagai sisi bidang kehidupan. Jadi ibadah adalah ketundukan pada Allah dengab wujud bentuk penerapan aturannya secara totalitas dalam berbagai bidang kehidupan sepanjang masa. Jadi ibadah bukan hanya sebagian sisi saja seperti ibadah ritual shalat saja dll yang sepatnya fardiyah (perorangan).

Nah dari arti bahasa dan istilah ini, maka kita dapat menyimpulkan bahwa tugas atau pengembana misi utama manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dengan merapkan aturannya secara totalitas (kaaffah) Oleh karena itu  tugas ibadah ini sangat besar dan berat di inilah tugas ibadah sevenatnya. Namun inilah keyaataan taqdir yangbtelah Allah tetapkan untuk manusia pikul bersama...dengan demikian tugas ini tidak bisa di emban oleh kita sebagai pribadi masing masing, ini harus di emban secara berjamaah oleh kita Manusia terkhusus manusia muslim.

Pengembanan misi ini terbagi dua jenis. Jenis misi Pardu kifayah dan Fardu 'ain.

Misi ibadah dalam bentuk Fardu kifayah adalah sebuah tugas dari Allah berupa pelaksanaan kewajiban dimana kewajiban tersebut harus terwujd oleh sebagain kaum muslim. Dan kaum muslim lainnya tidak berdosa jka tidak terlibat dalam pelaksanaan kewajiban kifayah ini, jika sebagain uamat Islam yg berupaya melaksanakan kewajiban tersebut sudah mampu  dan berhasil sempurna mewujudkannya dalam realita kehidupan riil.

Namun jika sebagian umat Islam tersebut belum mampu menuntaskan hingga terwujud sempurna kewajiban itu, maka muslim lainnya wajib bergabung dan terlibat secara aktif dalam upaya sama sama mewujudkan kewajiban kifayah itu secara sempurna. Jika hal ini tidak dilakukan maka, seluruh umat Islam berdosa besar!

Apa saja kewajiban kifayah tersebut? Bentuk kewajiban kifayah terbagi dalam dua bentuk. Yang pertama perwujudannya seperti kejadian fardiyah pribadi,  namun dalam upaya mewujudkannya bersifat berjamaah, contohnya seperti memulasara seseorang yg meninggal dunia diantara kita. Maka wajib diantara kaum muslim adan yang mengurusinya dari awal hingga akhir secara sempurna.. namun jika hanya ada sebagain kaum muslimin misalnya 2 Sd 3 orang, dan kita paham bahwa upaya memandikan hingga menguburkan nya tidak akan selesai hanya dengan jumlah orang sejumlah itu, maka kaum muslim lainnya wajib (Fardu, 'ain) untuk sama sama membantu hingga sempurna selesai. Jika sebaliknya maka semua kaum muslimin yg tidak membantu, tidak terlibat langsung dalam prosenya, maka berdosa besar. Dan selain diam itulah terus berdosa mebgalir pada dirinya.

Kemudian kewajiban Fardu kifayah yg sipatnya terkait denga hajat hidup banyak kaum muslimin seperti kewajiban adanya seorang kepemimpinan islam tinggal yakni seorang Khalifah dan Negara Islam ditengah tengah umat Islam. Ini juga sama Fardu kifayah yg wajib diwujudkan oleh sebagaina umat Islam yg mampu hingga terwujud tegak secara sempurna. 

Jika kewajiban Pardu kifayah tersebut diatas, belum terwujud maka akibatnya akan terlantarnya penwrapan aturan Islam dan kerusakan ditengah tengah kehidupan yg sangat besar dan merata keseluruh penjuru dunia. Maka dari itu KEWAJIBAN ini juga wajib diwujudkan secara bersama sama ketika sebagian kewajiban umat Islam belum mampu mewujudkannya secara sempurna. Dan statua kewajiban kifayah ini akan berubah menjadi Pardu 'ain (artinya menaklif semua individu muslim sedunia) jika ditinggalkan berdosa besar, jika menolknya maka akan berakibat kekufuran dan kemurtadan dibtengah tengah kaum muslim.

Jika ada sebagian umat Islam berdiam diri tidak terlibat dalam proses mewujudkan kewajiban fardu kifayah yg ini (tegaknnya kepemimpinan Islam), maka seluruh umat Islam seantero jagat ini berdosa besar. Dan terus akan kelairan dosa selama mereka (diam) tidak terlibat aktif dalam upaya mewujudkan kewajiban kifayah tersebut.

Itulah tugas atau misi yang wajib kita emban bersama sampai kewajiban misi ini terwujud tegak secara sempurna. Maka dari itu mengemban misi untuk menyadarkan umat Islam yg lain terhadap kewajiban ini adalah merupakan kewajiban mendesak dan sudah maklum dalam din islam ini( ma'lumun mina Ddin Bidarurah) bagi selurih muslim di seluruh dunia.

Demikian penyampaian Penjelasan Misi hidup manusi di Bumi


Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label