وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ (3)
”Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal sholih dan saling menasihati supaya menaati kebenaran dan saling menasihati supaya menetapi kesabaran” (QS. Al ‘Ashr).
Surat Al ‘Ashr merupakan sebuah surat dalam Al Qur’an yang banyak dihafal oleh kaum muslimin karena pendek dan mudah dihafal. Namun sayangnya, sangat sedikit di antara kaum muslimin yang dapat memahaminya. Padahal, meskipun surat ini pendek, akan tetapi memiliki kandungan makna yang sangat dalam. Sampai-sampai Imam Asy Syafi’i rahimahullah berkata
لَوْ تَدَبَّرَ النَّاسُ هَذِهِ السُّوْرَةَ لَوَسَعَتْهُمْ
”Seandainya setiap manusia merenungkan surat ini, niscaya hal itu akan mencukupi untuk mereka.” [Tafsir Ibnu Katsir 8/499].
Dimana ayat ini senantiasa ucapkan tatkala Para shahabat berpisah satu sama lainnya selepas menghadiri khalakoh Rasul dan khalaqah khalaqah lainnya. Dengan saling mengingatkan ayat tersebut kita tidak akan lupa tugas kita, tidak terjebak kerugian.
Dengan ayat ini kita berarti harus menjalankan dan saling mengingatkan pada bebera hal penting dibawah ini :
- Saling mengingatkan dan menyeru kepada iman dan amalan shaleh sebagai tuntutan iman. Yang semua itu terangkum dalam sebuah kalimat tayyibah, kalimat tauhid laa illaha Illa Allah dan Muhammad Utusan Allah.
- Saling mengingatkan akan pentingnya kesabaran dalam menjalankan kewajiban Islam.
- Saling mengingatkan akan pentingnya Al-Haq (Islam sebagai jalan dan solusi hidup muslim).
- Saling mengingatkan akan tugas bersama (kewajiban dakwah) dalam membumikan tugas bersama ini.
- Saling mengingatkan betapa besarnya keutamaan dan pahala bagi siapa saja yang istiqomah dalam meniti jalan Islam dan berpegang kepada iman ini.
Kelima hal penting tersebut diatas, itu semua akan berjalan seiringan dalam kehidupan muslim jika ditunjang dengan kesadaran kita, bahwa tanpa Istiqomah mempelajari Islam, kita akan menemui kegagalan dan kerugian itulah kuncinya!