MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Senin, 08 April 2019

Syarat diterima Iman Harus Kufur Kepada Thaghut

*SYARAT DITERIMANYA IMAN ADALAH MENGINGKARI THAGHUT*

Termasuk syarat syahnya tauhid laa ilaaha illallah adalah mengingkari (mengkufuri) thaghut.


Karena seseorang tidak dianggap sebagai mukmin kecuali setelah mengingkari thaghut, baik secara _dhair_ maupun _bathin_

ู„َุงٓ ุงِูƒْุฑَุงู‡َ ูِู‰ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِۗ ู‚َุฏْ ุชَّุจَูŠَّู†َ ุงู„ุฑُّุดْุฏُ ู…ِู†َ ุงู„ْุบَูŠِّۚ ูَู…َู†ْ ูŠَّูƒْูُุฑْ ุจِุงู„ุทَّุงุบُูˆْุชِ ูˆَูŠُุคْู…ِู†ْۢ ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ูَู‚َุฏِ ุงุณْุชَู…ْุณَูƒَ ุจِุงู„ْุนُุฑْูˆَุฉِ ุงู„ْูˆُุซْู‚ٰู‰ ู„َุง ุงู†ْูِุตَุงู…َ ู„َู‡َุงۗ ูˆَุงู„ู„ّٰู‡ُ ุณَู…ِูŠْุนٌ ุนَู„ِูŠْู…ٌ

"Ketahuilah sesungguhnya manusia tidak akan menjadi seorang mukmin kecuali dia mengingkari thaghut. Dalil yang mendasarinya itu adalah ayat alqur'an:

Firman Allah:
ู„َุงٓ ุงِูƒْุฑَุงู‡َ ูِู‰ ุงู„ุฏِّูŠْู†ِۗ ู‚َุฏْ ุชَّุจَูŠَّู†َ ุงู„ุฑُّุดْุฏُ ู…ِู†َ ุงู„ْุบَูŠِّۚ ูَู…َู†ْ ูŠَّูƒْูُุฑْ ุจِุงู„ุทَّุงุบُูˆْุชِ ูˆَูŠُุคْู…ِู†ْۢ ุจِุงู„ู„ّٰู‡ِ ูَู‚َุฏِ ุงุณْุชَู…ْุณَูƒَ ุจِุงู„ْุนُุฑْูˆَุฉِ ุงู„ْูˆُุซْู‚ٰู‰ ...

_Maka barangsiapa yang mengingkari thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat sangat kuat ..."_
(Qs. Al Baqarah [2]: 256)

Juga Allah berfirman:

ูˆَู„َู‚َุฏْ ุจَุนَุซْู†َุง ูِูŠْ ูƒُู„ِّ ุงُู…َّุฉٍ ุฑَّุณُูˆْู„ًุง ุงَู†ِ ุงุนْุจُุฏُูˆุง ุงู„ู„ّٰู‡َ ูˆَุงุฌْุชَู†ِุจُูˆุง ุงู„ุทَّุงุบُูˆْุชَۚ

_"Dan sesungguhnya kami telah mengutus rasul pada tiap ummat (untuk menyerukan) : ibadahilah Allah saja dan jauhilah (ingkarilah) thaghut itu."_(Qs.An Nahl [16]: 36).

Siapapun yang tidak mengingkari thaghut, meski dia telah beriman kepada Allah swt, maka dia adalah orang yang tidak berpegang teguh dengan tali Allah yang kuat Dia tidak termasuk golongan orang yang melaksanakan kewajiban dari _urwatul wutsqa_, tidak pula syaratnya.

Berkata ibnu katsir rahimahillah: _"Barangsiapa yang meninggalkan seluruh tandingan-tandingan yang diibadahi selain Allah, berhala dannsegaka sesuatu yang didakwahkan oleh syetan betuoa semua peribadahan kepada selain Allah, kemudian dia mengesakan Allah dan brribadah hanya kepada-Nya serta bersyahadat _"Laa ilaaha ilallah"_, maka dia (telah berpegang teguh dengan tali yang amat kuat). " Yang bermakna "Sesungguhnya orang itu telah memegang teguh perintah "_Laa ilaaha illallah"_ dan istiqomah dalam meniti jalan Allah yang benar lagi tulus... Sesungguhnya orang itu telah memegang teguh dien Allah dengan tali yang paling kuat. Allah nenyerukan _" Laa ilaaha illallah"_ dengan tali yang sangat kuat, mengikat erat dan tidak akan terlepas ikatannya._

Adalah Merupakan dasar yang paling jelas tiadanya iman seseorang yang tidak mengingkari thaghut meskipun dia mengucapkan _laa ilaaha ilallah_. Meskipuan dia selalu mengulang ucapan itu selama beberapa lama. Ini serupa dengan seseorang yang mengatakan sesuatu dan lawan katanya, secara bersamaan. Orang itu mengucapkan _"laa ilaaha illallah"_ dan diwaktu bersamaan dia beribadah kepada selain Allah, atau beribadahbkepada Allah dan juga keoada tandingan-Nya secara bersamaan.

Keimanan dan kekafiran, tauhid dan syirik tidak akan mungkin berkumpul secara bersamaan di dalam hati seseorang. Sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadist:

ู„ุงَ ูŠَุฌْุชَู…ِุนَ ุงْู„ุงِูٕŠْู…َุงู†َ ูˆَุงู„ْูƒُูْุฑُ ูِูŠْ ู‚َู„ْุจَ ุงْู…ุฑِู‰ٍٔ

_"Tidak akan berkumpul keimanan dan kekufuran di dalam hati seseorang."_

*Kitab:* _Syuruthusy Syahadat_, bab _syarat laa ilaaha illallah,_ hal.61-66. Abdul Mun'im Musthafa Halimah) (¹)


(¹). Satu kitab yang membahas secara rinci , lengkap dan mendasar terkait syarat dan rukun Islam yang pertama yakni rukun Islam pertama: dua kalimat syahadat.



Jika merasa Apa yang anda baca ini bermanfaat, jangan segan untuk  berlomba menyampaikannya lagi ke yang lain supaya mendapatkan pahala besar yang terus mengalir:

ู…َู†ْ ุฏَุนَุง ุฅِู„َู‰ ู‡ُุฏًู‰ ูƒَุงู†َ ู„َู‡ُ ู…ِู†َ ุงู„ْุฃَุฌْุฑِ ู…ِุซْู„ُ ุฃُุฌُูˆْุฑِ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُ, ู„ุงَ ูŠَู†ْู‚ُุตُ ุฐَู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุฃُุฌُูˆْุฑِู‡ِู…ْ ุดَูŠْุฆุงً. ูˆَู…َู†ْ ุฏَุนَุง ุฅِู„َู‰ ุถَู„ุงَู„َุฉٍ ูƒَุงู†َ ุนَู„َูŠْู‡ِ ู…ِู†َ ุงู„ْุฅِุซْู…ِ ู…ِุซْู„ُ ุขุซَุงู…ِ ู…َู†ْ ุชَุจِุนَู‡ُ, ู„ุงَ ูŠَู†ْู‚ُุตُ ุฐَู„ِูƒَ ู…ِู†ْ ุขุซَุงู…ِู‡ِู…ْ ุดَูŠْุฆุงً


“Barangsiapa yang mengajak menuju hidayah maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tapi tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa yang mengajak menuju kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti doa orang-orang yang mengikutinya, tapi tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” [HR. Muslim no. 2674]


Kolom Copi All Share Artikel

Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label