MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Jumat, 27 Juli 2018

Pahala Membantu Para Janda Menyamai Pahala Jihad Fisabilillah

Pahala Membantu Para Janda Menyamai Pahala Jihad Fisabilillah - Salahsatu karunia Allah kepada uamt terakhir dijaman ini adalah bahwa, Allah swt memberi kita amalan-amalan ringan yang pahalanya menyami pahala jihad fisabilillah. Beberapa amal ini sering di jumpai dalam hadist-hadist shahih. Maka dari itu dalam bahasan ini akan kita pelajari kembali beberapa hadist tersebut untuk kita amalkan dan kita ajarkan kepada semua orang.orang lain.

keutamaan membantu para janda

Ibnu hajar pernah berkata. 'Derajat mujahid juga dapat diperoleh oleh orang-orang yang tidak ikut mengangkat senjata di medan perang, yaitu hanya dengan niat yang ikhlas atau mengerjakan amalan-amalan shaleh yang pahalanya menyamai pahala jihad. Oleh karena itu, Rasulullah saw tetap mengajarkan agar kita tetap berdoa memohon surga firdaus, meskipun ia mengatakan bahwa surga firdaus itu disediakan untuk para pejuang fisabilillah."[ibn hajar al-A'sqalani].  Surga firdaus adalah surga yang paling tinggi dan paling luas.

Adapaun amalan shaleh tersebut adalah DENGAN MEMBANTU PARA JANDA DAN FAKIR MISIKIN. 

Abu Huarirah meriwayatkan; bahwa Rasulullah saw bersabda, "Orang yang selalu berusaha membantu kesulitan para janda dan orang yang miskin seperti orang yang berjihad fisabilillah, shalat di malam hari dan puasa di siang hari." [HR. Ahmad]

Ada seorang yang bercita-cita ingin berjihad fisabilillah dengan mengorbankan jiwa dan raga serta hartanya demi memperoleh tingkatan yang tinggi di surga. Akan tetapi sayang,  dalam waktu yang sama mereka justru lalai dengan adanya amal-amal ringan yang pahalanya menyamai  pahala jihad, sehingga mereka pun mengabaikannya begitu saja. Ini merupakan bukti kebodohan dan  ketidak tulusan tekad mereka untuk berjihad di jalan Allah.

Ditengah-tengah kehidupan ini, terbuaka banyak sekali kesempatan untuk menolong dan meringankan kesulitan para janda. hanya saja, kita justru sering melalaikannya. padahal andai saja kita ingat bahwa membantu para janda itu akan mendatangkan pahala besar pahala para pejuang fisabilillah dan akan menempatkan kita pada tingkatan yang tinggi di surga, kita pasti akan berlomba-lomba mengamalkannya.

Diantara kita tentu banyak yang memiliki sanak sodara dan krabat yang sudah tua umurnya dan ditinggal mati suaminya.  entah itu bibi atau neneknya sendiri. Mereka ini tentu sangat membutuhkan bantuan dan perhatian kita. paling tidak ketika mereka akan pergi ke masjid misalnya, kita daopat mengantarkannya. Atau ketika lampu mereka mati, kita dapat membantu mereka dengan memasangkan lampu baru, sehingga mereka tidak kegelapan. Meskipun sedemikian ringannya amal tersebut, kebanyakan kitta justru sering mengabaikan dan tidak memperdulikannya. Bahkan ada pula yang mungkin sengaja menghindari mereka agar tidak selalu dimintai bantuan.

Bila kita menginginkan pahala jihad dan tingkatan para Mujahid di surga, hendaklan kita tidak kikir dengan waktu kita untuk selalu menyempatkan diri membantu kesulitan para janda tua dan juga kaum fakir miskin. Karena kekikiran itu akan menjadi penghalang untuk meraih pahala besar dengan usaha yang ringan. Dan itu berarti kita telah menyia-nyiakan tingkatan tertinggi para mujahid di SURGA yang juga dapat kita raih dengan sangat mudah.

Pahala Membantu Para Janda Menyamai Pahala Jihad Fisabilillah


"Jika Anda merasa tulisan ini bermanfaat jangan sungkan Share dan mari bersama meraih pahala yang mengalir tidak putus-putusnya" Rasulullah SAW telah Bersabda: 



Ù…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ Ù‡ُدًÙ‰ Ùƒَانَ Ù„َÙ‡ُ Ù…ِÙ†َ الْØ£َجْرِ Ù…ِØ«ْÙ„ُ Ø£ُجُÙˆْرِ Ù…َÙ†ْ تَبِعَÙ‡ُ, لاَ ÙŠَÙ†ْÙ‚ُصُ ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ Ø£ُجُÙˆْرِÙ‡ِÙ…ْ Ø´َÙŠْئاً. ÙˆَÙ…َÙ†ْ دَعَا Ø¥ِÙ„َÙ‰ ضَلاَÙ„َØ©ٍ Ùƒَانَ عَÙ„َÙŠْÙ‡ِ Ù…ِÙ†َ الْØ¥ِØ«ْÙ…ِ Ù…ِØ«ْÙ„ُ آثَامِ Ù…َÙ†ْ تَبِعَÙ‡ُ, لاَ ÙŠَÙ†ْÙ‚ُصُ ذَÙ„ِÙƒَ Ù…ِÙ†ْ آثَامِÙ‡ِÙ…ْ Ø´َÙŠْئاً

“Barangsiapa yang mengajak menuju hidayah maka dia mendapatkan pahala seperti pahala orang-orang yang mengikutinya, tapi tanpa mengurangi sedikitpun dari pahala-pahala mereka. Barangsiapa yang mengajak menuju kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa orang-orang yang mengikutinya, tapi tanpa mengurangi sedikitpun dari dosa-dosa mereka.” [HR. Muslim no. 2674]


Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label