MENU

WARUNG

Etalase Lapak dan Produk

chat5

Chat WhatsApp

CS WA

Status: On
Halo, bagaimana kami dapat membantu Anda?

Selasa, 05 Desember 2017

Agenda Umat Islam Selanjutnya: MENERAPKAN SELURUH ISI AL-QUR’AN

Agenda terbesar Umat Islam Selanjutnya:

AGENDA TERBESAR UMAT ISLAM SELANJUTNYA MENERAPKAN SELURUH ISI AL-QUR'AN


Aksi bela Islam 212 (ABI212) yang diselenggarakan pada jumat 2 Desember 2016 lalu masih dan akan menjadi bahan perbincangan sampai saat ini hingga kedepan. Aksi massa terbesar yang pernah diselenggarakan di negeri ini di hadiri puluhan juta ( 7 juta orang lebih ) dilanjut Reuni Alumni AKSI BELA ISLAM 2 November 2017 yang jumlahnya jauh lebih besar, ini sangat luar biasa. Subhannalah Allahu Akbar!

Inilah potret negeri Muslim yang tidak rela al-Qur’an dihina. Mereka semua bergerak dan terus bergerak mengorbankan segala yang mereka punya-harta, waktu, tenaga dan pikiran-untuk menunjukan kepada dunia sikap pembelaan mereka kaum Muslim terhadap kitab suci Al-qur’an.

agenda selanjutnya umat islam aksi bela islam 212

ABI atau AKSI 212 ini membuktikan bahwa keimanan yang mempersatukan dan menggerakan umat.Aksi 212 ini juga menunjukan tentang pentingnya membangun opini numum ditengah-tengah umnat. Opini (ra’yul-aam) adalah persyaratan bergeraknya umat. Dengan terbangunnya opini, muncul ‘kemarahan’ bersama terhadap situasi dan kondisi tertentu. Inilah yang terjadi dalam peristiwa penistaan agama oleh kaum kafir muhariba fi’lan (dalam hal ini ahok).

Menerapkan seluruh isi al’Qur’an

Aksi bela islam 212 menunjukan bahwa umat bisa bersatu dan bergerak membela kitab suci nya. Saat Qs al-maidah ayat 51 dinistakan, umat paham bahwa yang dinistakan adalah firman Allah swt yang mereka imani, yang tidak pernah mereka ragukan kebenarannya sedikitpun.  

"KAENA ITU DENGAN KESADARAN YANG SAMA MESTINYA UMAT JUGA DAPAT BERSATU DAN BERGERAK UNTUK MEMPERJUANGKAN ALQUR’AN ISI AL-QUR’AN AGAR DAPAT DITERAPKAN SECARA KESELURUHANNYA DALAM KEHIDUPAN."
Inilah bentuk keimanan hakiki umat terhadap al-Qur’an. 

Umat tidak boleh mengimanai sebagian-sebagian ayat dan mendustakan ayat-ayat lainnya, sebagaimana firmannya:

“Apakah kalian mengimani sebagaian al-kitab dan mengingkari sebagian lainya? Tidak ada balasan bagi orang yang berbuat demikian di antara kalian melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia dan pada hari kiyamat mereka akan dikembalikan pada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kalian perbuat (Qs. Al-Baqarah [2:]85).


Ayat suci al-Qur’an lebih tinggi dibandingkan dengan Ayat konstitusi

Aksi Bela Islam 212 juga mesti ditindaklanjuti dengan makin mempertegas bahwa ayat suci al-Qur’an harus ditempatkan lebih tinggi dibandingkan dengan ayat konstitusi. Sebabnya, islam adalah agama yang sempurna. Tidak layak umat Islam berpijak pada paham sekularisme yang sesat dan menyesatkan, yang telah merendahkan kedudukan al-Qur’an di bawah konstitusi. Allah swt telah berfirman:

“Dialah yang mempunyai kekuasaan tertinggi diatas semua hamban-Nya. (Qs.al-Anam [6:61)
Karena itu hukum dan aturan Allah swt punharus ditempatkan di atas hukum dan aturan buatan manusia. Apalagi hukum dan aturan Allah swt yang sempurna pasti membawa kemaslahatan bagi kehidupan manusia baik di Dunia maupun di Akhirat. Tidak ada hukum yang lebih baik, adil dan bijaksana selain hukum Allah swt semata. Karena itu, saat manusia justru berpaling dari hukum dan aturan Allah swt, mereka diingatkan dengan firman Allah swt:

“Hendaklah kamu memutuskan perkara di tengah-tengah mereka menurut apa yang telah Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka’(Qs. Al-maidah [5]:49.

Ayat ditas menjelaskan bahwa kaum Muslimin harus tunfuk dan patuh serta ridha terhadap syariah Allah swt. Mereka harus selalu merujuk pada hukum yang terdapat pada al Qur’an dan al-Hadist dalam menyelesaikan berbagai persoalan kehidupan mereka. Mereka tidak layak berpaling dari ketetapan Allah swt dan Rasul-Nya, sebagaimana firman-Nya:

“Tidaklah pantas seorang lelaki mukmin maupun perempuan mukmin, jika Allah dan Rasul-Nya telah menetapkan seuatu perkara, memiliki pilihan lain dalam urusan mereka. Siapa saja yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, sungguh di telah tersesat dengan kesesatan yang amat nyata (Qs. Al-ahzab [3]:36).

Allah swt adalah zat yang paling mengetahui keputusan hukum yang paling baik dan adil bagi manusia. Karena itu Allah swt pun mempertanyakan mereka yang masih mencari-cari hukum (berhukum) pada hukum lain dalam menyelesaikan masalahkehidupan mereka, sebagaimana firman Allah swt:

“Apakah hukum jahiliyah yang mereka kehendaki? Hukum siapakah yang lebih baik daripada hukum Allah bagi klaum yang yakin? (Qs.al-Maidah [5]:50).
Lalu ketika Allah swt mempertanyakan seperti itu, apakah layak bagi kita sebagai hamba-Nya memilih hukum selain hukum-Nya? Apakah pantas kita mengatakan bahwa ayat konstitusi lebih tinggi daripada ayat suci?

Akibat meninggalkan kita syci Al Qur’an
Tindakan meninggalkan kitab suci Al Qur’an telah dengan nyata melahirkan berbagai kerusakan di negeri ini khususnya. Berbagai paham buatan manusia yang merusak telah menggantikan tatanan al-Qur’an yang semestinya menjadi pijakan rakyat negeri ini. Sekularisme telah menjadi pondasi kehidupan masyarakat. Neoliberalisme dan neoimperialisme juga telah secara kasatmata merusak berbagai sendi kehidupan masyarakat.

Penyakit sosial semacam sek bebas, peredaran narkoba yang merajalela, korupsi dan lain-lain seolah telah menjadi budaya badru di negeri ini yang katanya merupakan negeri Muslim terbesar di Dunia. Ini tentu sangat ironis.Pasal;nya meski kaum Msulimin adalah penduduk mayoritas di negeri ini, nyatanya Islam tidak hadir (atau diterapkan) dalam kehidupan keseharian mereka.

Sudah lama alQur’an di lupakan, bahkan dilecehkan kedudukannya,. Padahal orang-orang yang melupakan atau mengabaikan al-Qur’an di Dunia akan Allah abaikan baik di dunia apalagi di akhirat.
Allah swt berfirman:, “Demikianlah, dulu telah datang kepada kalian ayat-ayat kami, tetapi kalian mengabaikannya. Begitu pula pada hari  ini kalian diabaikan.” (qs. Thaha [20]:126.

Pentingnya Menegakkan Syariah dan Khilafah

Karena itu untuk meningkatkan level Aksi Bela Islam 212, penegakkan kembali al-Qur’an secara sempurna mutlak dilakukan. Hukum Allah swt harus di terapkan secara sempurna dan paripurna (syaamilan wa kaamilan). Hal ini hanya mungkin dilakukan dalam isntitusi khilafah Islamiyah. Allah swt melalui firman-Nya dalam al-Qur’an telah mewajibkan kita untuk:
  • Berhukum dengan apa yang diturunkan Allah swt (Qs.al-Maidah [5]:48). 
  • Banyak ayat – ayat al-qur’an yang mewajibkan berbagai hukum seperti qishas bagi pembunuh (Qs.al-baqarah [2]:178)., 
  • Hukum potong tangan bagi pencuri (Qs.al-maidah [5]:380),
  • Hukum cambuk bagi penzina bukan mukhsan (Qs. an-Nur [24]:2), 
  • Hukum-hukum jihad dan politik luar negeri, perintah taat pada ulil amri (Qs.an-Nisa [4]:59),
dan lain sebagainya. Semua perintah, hukum dan kewajiban tersebut tidak mungkin terlaksana secara sempurna tanpa ada seorang imam atau khalifah yang diangkat. Karena itu penegakkan khilafah Islamiyah adalah wajib karena menjadi kunci bagi pelaksanaan seluruh syariah Islam dalam kehidupan.
Wahai kaum Muslimin

Kewajiban menegakkan Khilafah Islamiyah merupakan fardu kifayah yang telah dibebankan atas pundak kita semua kaum Muslimin. Namun karena Khilafah Islamiyah hingga kini belum terwujud, maka kewajiban menegakkan Khilafah Islamiyah ini menjadi kewajiban setiap Muslim. Karena itu setiap Muslim sejatinya wajib terlibat dalam perjuangan untuk mewujudkan Khilafah Islamiyah ini sesuai kemampuan masing-masing. 

Marilah kita sambut janji Allah swt:

“Allah telah berjanji kepada kaum yang beriman dan mengerjakan amal shalih diantara kalian, bahwa Dia benar-benar akan mwnjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Allah pun telah memberikan kekuasaan kepada orang-orang sebelum mereka, akan mengokohkan untuk mereka agama mereka yang telah Dia ridai untuk mereka dan akan mengganti keadaan mereka—setelah sebelumnya diliputi dengan rasa taku---dengan keadaan aman sentosa” (Qs. An-Nur [24]:55).

Marilah kitapun menyambut berita gembira dari Rasulullah saw:

“... Selanjutnya akan datang kembali masa khilafah di atas metode kenabian” (HR.Ahmad). [abi].

Blog Post

Related Post

Artikel Terbaru




Back to Top

Cari Artikel

Label